Prajurit-prajurit ini sendiri kabarnya ditugaskan pada lini jejaring sosial Facebook dan Twitter untuk mengumpulkan informasi, menyebarkan dan memalsukan berita, serta melakukan tindakan propaganda untuk mengecoh musuh.
Inggris kini menjadi salah satu bagian negara yang juga terdaftar dalam menginvestasikan waktu dan uang dalam perang cyber, selain tentunya Israel yang juga telah membangun lebih dahulu tentara Israeel Defense Force (IDF) dengan pola penyerangan dan perekrutan yang sama.
Sumber informasi juga menyebutkan, Inggris baru akan meresmikan kehadiran Facebook Warrior atau Batalyon 77 pada April 2015.
(Amril Amarullah (Okezone))