Project Loon, Ambisi Google Sediakan Internet di Dunia

Ahmad Luthfi, Jurnalis
Selasa 16 Desember 2014 07:31 WIB
Project Loon, Ambisi Google Sediakan Internet di Dunia (Foto: Redorbit)
Share :

CALIFORNIA - Google, perusahaan yang terkenal dengan layanan mesin pencari, email dan Android juga memiliki keinginan untuk memperluas jangkauan internet di seluruh dunia. Untuk merealisasikan jangkauan akses internet tersebut, raksasa teknologi asal California, Amerika Serikat ini bekerja pada Project Loon.

Project Loon pada dasarnya merupakan proyek riset dan pengembangan yang dikembangkan Google. Proyek ini memiliki misi untuk menyediakan akses internet untuk wilayah pedesaan dan terpencil.

Proyek ini menggunakan balon yang dapat melayang tinggi di stratosfer atau pada ketinggian 32 kilometer. Project Loon menciptakan jaringan nirkabel dengan kecepatan internet menyerupai 3G.

Balon dapat bergerak, menyesuaikan ketinggian mereka untuk melayang pada ketinggian tertentu. Terdapat sistem yang membaca lapisan angin (wind layer), yang diperoleh dari data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Pengguna yang memakai layanan Project Loon terhubung dengan jaringan balon menggunakan antena internet khusus yang dipasangkan pada gedung. Terdapat sinyal yang berjalan melalui jaringan dari balon ke balon, kemudian terhubung dengan stasiun di darat, terkoneksi dengan internet service prodider lalu ke dalam internet global.

Proyek tersebut dimulai pada 16 Juni 2013, di mana Google memulai percobaan pilot di Selandia Baru dengan menerbangkan 30 balon. Sebanyak 50 penduduk lokal di sekitar Christchurch dan Canterbury Region menguji koneksi internet menggunakan balon Project Loon tersebut.

Setelah percobaan awal, Google berencana mengirimkan 300 balon di seluruh dunia yang kini meliputi Selandia Baru, Australia, Chili dan Argentina. Google berharap memiliki ribuan balon yang melayang di stratosfer.

Dilansir Ubergizmo, Senin (15/12/2014), Project Loon bertujuan menyediakan internet untuk dunia dan membantu perusahaan telekomunikasi yang kesulitan meng-install jalur kabel. Proyek tersebut juga mendukung akses internet untuk wilayah tertentu.

Untuk memperkuat proyek tersebut, Google bekerjasama dengan badan antariksa Prancis, Centre National d’Etudes Spatiales (CNES). Mereka mengumumkan kerjasama dalam hal sumber daya serta penelitian.

CNES juga memiliki program balon 'stratospheric' terbesar di dunia. Badan antariksa ini akan membantu Google memperluas jangkauan Project Loon dan kesinambungan proyek tersebut. CNES sudah berpengalaman pada program balon 'stratospheric' selama lebih dari 50 tahun.

Belum diketahui secara spesifik keuntungan timbal balik di antara keduanya. CNES tentunya akan mendapatkan keuntungan dari kerjasama Project Loon bersama Google, sementara Google juga dapat membantu badan antariksa itu terkait rencana mereka menganalisis lubang ozon di atas Antartika.

(Ahmad Luthfi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya