BOGOR - Melengkapi ulasan sebelumnya, kini tiba saatnya bagi Okezone untuk membahas performa mesin Blue Core yang diadopsi New Yamaha Mio M3 125. Yamaha menyebut mesin generasi terbaru ini jauh lebih efisien dalam hal konsumsi bahan bakar namun tetap menyodorkan tenaga yang handal.
Yamaha mengklaim mesin ini 50 persen lebih irit dibanding mesin generasi pertama Mio yang menggunakan sistem pengabutan karburator atau 20 persen lebih efisien dari generasi kedua yang menganut teknologi injeksi YM-Jet FI.
Klik: Desain Agresif Generasi Ketiga Yamaha Mio
Dalam sesi test ride di Sirkuit Karting Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, Okezone diberikan kesempatan cukup banyak dalam mengitari sirkuit sepanjang 1,2 kilometer itu.
Okezone bersama beberapa media lain pun diberi kebebasan dalam menunggangi skutik dengan tagline "Tanpa Kompromi" tersebut. Tidak langsung gas pol, Okezone coba untuk mengenali karakter skutik baru ini.
Posisi berkendara Mio M3 cukup nyaman, pijakan kaki dapat menopang kedua kaki dengan baik dan luasnya dirasa cukup. Untuk diketahui, Okezone memiliki tinggi 175 cm dengan berat badan 84 kg.
Klik: New Yamaha Mio M3 Lincah dan Stabil
Dua putaran dilewati dengan berjalan santai. Dirasa sudah menyatu dengan tunggangan, kecepatan pun ditambah.
Melewati satu demi satu tikungan dengan kecepatan yang beragam motor ini terasa stabil. Bermanuver hingga standar menyentuh aspal pun motor dapat dikendalikan dengan mudah.
Sayang Okezone, tidak mampu menggapai kecepatan puncak motor bermesin 125 cc ini. Tenaga maksimal mesin Blue Core sebesar 9,52 PS pada putaran 8.000 rpm dengan torsi puncak 9,6 Nm pada 5.500 rpm ini tidak mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya karena lintasan lurus terlalu pendek.
Untuk ukuran mesin 125 cc, putaran bawah Mio M3 terasa kurang galak. Namun saat masuk putaran menengah skutik ini dapat melesat cukup cepat.
Sesekali Okezone melirik speedometer saat di trek lurus, hasilnya antara 60-70 kilometer per jam (kpj). Kecepatan sulit untuk ditambah karena tikungan pertama sudah menyambut.
(Septian Pamungkas)