Lebih lanjut ia mendorong pengguna atau komunitas memakai domain .id dibandingkan domain .com. "Padahal ada yang lebih secure, lebih aman dan lebih terjamin itu yang .id. Jadi gerakan seperti itu, siapapun nanti kelompok manapun yang kira-kira dapat mewakili kedaulatan indonesia di dunia maya, bisa bergabung. Yang kita sasar di sini, orang personal bisa, komunitas juga. Meskipun pada faktanya orang bisa bergabung di kita.id, situs berupa forum untuk mendiskusikan segala macam hal terkait indonesia," jelasnya.
Yamin mengungkapkan berdasarkan catatan Nawala, pengguna .com itu, untuk domain-domain Indonesia dinilai kurang bonafide. "Jadi paling tidak .co.id, lebih bonafide lagi .id, itu kan langsung ketahuan Indonesia. Semua pengguna domain .id tidak akan masuk dalam proses blocking (DNS Nawala), karena sudah jelas tujuannya positif. Itu keuntungannya menggunakan Nawala dan domain .id, ada sinergi. Kalau pengguna domain .id itu kita Whitelist, tidak akan diblokir karena tujuan jelas positif, karena di proses awal sudah ada persyaratan untuk masuk menggunakan domain .id. Persyaratan ketat, itu jaminan bahwa situs tersebut pasti positif," ujarnya.
Ia menjelaskan, proses registrasi untuk domain .com diklaim mudah, tetapi pengawasan yang lemah. "Domain .com bisa dipakai siapa saja, tanpa ada batasan, mau itu orang benar atau bukan. Walau beberapa institusi menggunakan domain .com lebih prestise, mungkin karena itu internasional, tetapi itu tadi, siapapun bisa membuat itu. Kalau pengguna memakai domain .id, untuk usaha baru, sudah jelas itu Indonesia, sudah terdaftar, teregistrasi. Kalau .com bisa saja penipu yang baru masuk," tuturnya.
Ditanya soal kerentanan diretas atau dibajak hacker, Yamin mengatakan bahwa hal tersebut bergantung terhadap pengelolaan website-nya sendiri. "Itu tergantung dari pengelola sendiri, menerapkan sistem keamanan engga? Enggak ada kaitannya (terkait pakai .com atau .id), tetapi ini lebih kepada identitas. Ini lebih yakin bahwa ini Indonesia dan sudah ada proses di awal yang ketat. Ada proses verifikasi, lebih jelas," pungkasnya.
(Ahmad Luthfi)