Dorong Mobile Cloud, VMware Kampanyekan Virtualisasi 2020

Amril Amarullah, Jurnalis
Minggu 22 September 2013 11:00 WIB
(Foto: Vmware-converter)
Share :

JAKARTA - VMware, Inc, pemimpin global virtualisasi dan infrastruktur cloud, meluncurkan kampanye Virtualisasi 2020 sebagai usaha untuk membantu pebisnis berpindah dari komputasi era client server ke era mobile cloud.

Sebagai langkah awal, VMware mensponsori IDC Server Economies Index untuk memperlihatkan potensi virtualisasi di Asia Pasifik, yang mengungkap dampak virtualisasi server di Asia-Pasifik.

Dengan judul Vision 2020: Virtualization's Potential US$98 Billion Impact (July 2013, IDC#AP77008W), penelitian itu memperlihatkan belanja sebesar USD98 miliar dapat dihindari  di kawasan Asia Pasifik dari 2003-2020 di wilayah belanja server, daya dan pendinginan, ruang lantai dan biaya tenaga kerja dan biaya-biaya perusahaan.

Laporan penelitian itu memberikan sebuah analisa 10 tahun ke belakang dan melihat ke depan sampai 2020. “Penelitian baru ini adalah bukti dampak dengan nilai keuangan dari virtualisasi terhadap bisnis. Virtualisasi adalah fondasi transformasi data center dan evolusi cloud computing, jadi ini adalah puncak dari gunung es,” kata Andrew Dutton, senior vice president and general manager, VMware Asia-Pasifik dan Jepang.

Virtualisasi telah memperkenalkan manfaat-manfaat yang siginifikan untuk enterprise dan keberlanjutan lingkungan. Organisasi telah dapat mengurangi belanja modal dan operasional, juga meminimalkan setiap potensi kehilangan pendapatan yang berhubungan dengan downtime, pemadaman dan kegagalan, serta memungkinkan tenaga kerja mereka untuk pindah dari tugas-tugas rutin ke proyek-proyek strategis dan menambah nilai ke bisnis.

Virtualisasi juga telah menjadi penyumbang positif untuk setiap model data center berkelanjutan. Untuk setiap watt listrik yang digunakan untuk daya dan pendinginan kumpulan server dan data center, pembangkitan dan pendistribusian energi telah menciptakan paling sedikit 5 watts, meliputi kehilangan, kebocoran, penaikan dan penurunan transformasi.

“IDC Server Economies Index mengesahkan perspektif bahwa Virtualisasi adalah teknologi utama di Asia Pasifik dan akan terlihat menonjol di agenda Prediksi IDC di tahun-tahun mendatang,” kata Avneesh Saxena, Group Vice President, Domain Research Group, IDC.

Dampak virtualisasi di Asia Pasifik
Saat membandingkan hasil penelitian dari negara-negara yang diteliti, temuan-temuan memperlihatkan pasar yang matang yaitu Australia, Jepang dan Singapura memperoleh USD8 miliar lebih banyak dalam penghematan yang benar-benar terjadi dari virtualisasi dibandingkan dengan pasar yang berkembang.

Untuk pasar yang  matang ini, wilayah penghematan utama adalah biaya server yang dapat dihindari, yang menyumbang hampir setengah (47%) dari keseluruhan penghematan di empat wilayah. Sementara pasar yang berkembang yaitu Republik Rakyat Cina (RRC), India, Indonesia, Malaysia dan Thailand memperlihatkan ramalan penghematan yang lebih besar dari virtualisasi sampai USD15 miliar daripada pasar yang matang.

“Angka-angka ramalan mengarah ke masa yang menarik di mana banyak perusahaan akan memulai perjalanan mereka ke software-defined datacenter – generasi berikutnya infrastruktur cloud computing, dimana kontrol data center seluruhnya diotomatisasi oleh software. Setiap era baru memerlukan generasi baru infrastruktur untuk enterprise, dan kami akan terus melihat virtualisasi memberi kemampuan masyarakat dan organisasi untuk berpindah dari komputasi era client server ke era mobile cloud,” jelas Dutton.

(Ahmad Luthfi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya