CALIFORNIA – Microsoft secara resmi telah mengumumkan rencana pengunduran diri Chief Executive Officer (CEO) Steve Ballmer pada Jumat 23 Agustus lalu. Sontak, kabar itu pun menjadi buah bibir yang dibumbui banyak spekulasi di seluruh jagat raya.
Wakil Presiden Coorporate Communication di Microsoft, Frank Shaw menilai selama ini banyak media di luar sana yang terlalu keras dan hanya menyoroti kegagalan serta hal negatif CEO-nya tanpa mengimbanginya dengan keberhasilan yang ia torehkan.
“Sejak Jumat lalu saya lihat banyak media yang melayangkan nada miring tentang Ballmer dan mengait-ngaitkannya dengan alasan di balik rencana pensiunnya. Banyak di antara mereka (media) menghakimi di segala bidang dengan keras dan mengabaikan keberhasilan kita dalam hal lainnya,” kata Shaw, sebagaimana disadur dari Softpedia, Rabu (28/8/2013).
Lebih tepatnya, ia mengaku hanya segelintir orang yang benar-benar memuji segala upaya dan kerja keras Ballmer dari sekian banyak keberhasilannya di Microsoft selama ini.
“Karena itulah, saya rasa banyak orang yang mudah atau bereaksi cepat dalam mengekspresikan kekecewaan terhadap kinerja setiap produk baru kami, termasuk Windows 8 dan tablet Surface,” lanjutnya.
Meski demikian diakuinya, banyak lontaran kritik pedas yang seringkali menghujam jantung perusahaan telah menjadi cambuk bagi mereka untuk memiliki perspektif yang berbeda untuk mendorong strategi dalam segalanya.
Terkait pengunduran dirinya, hingga kini memang Ballmer belum berkomentar banyak seputar rencana besarnya itu. Tetapi banyak pihak termasuk media mengatakan bahwa salah satu investor perusahaan, ValueAct sejak lama mencoba untuk menyingkirkan CEO raksasa piranti lunak tersebut. Alasannya, karena Ballmer di beberapa visi dan misi jangka panjangnya dianggap tidak efektif.
(Amril Amarullah (Okezone))