CALIFORNIA - Peristiwa badai Sandy yang diyakini sebagai salah satu yang paling buruk di East Coast, Senin waktu setempat, pengukur konektivitas di Facebook justru menunjukkan kenaikkan signifikan.
Dilansir dari Newsfactor, Rabu (31/10/2012), Facebook Talk Meter yang merupakan alat pengukur konektivitas di situs tersebut menunjukkan kenaikan traffic situs naik ke angka 7,12 (berdasarkan skala 1 sampai 10). Padahal di hari Jumat hanya mencapai 5,93 dan di akhir pekan hanya 6,7.
Hal tersebut hanya salah satu dari beberapa tanda yang mengenai kebutuhan manusia. Selain mencukupi makan, baterai dan air, hal ini menunjukkan orang-orang berusaha memiliki cukup daya di perangkat mobile mereka.
Dengan cara ini, mereka bisa tetap memperbarui status atau membagikan foto meski listrik padam. Mereka juga bisa bisa berbagi video serta humor dengan kawan-kawan di Instagram, Facebook, Twitter atau YouTube melalui jaringan data. Pasalnya, pada 2012 ini, keterhubungan melalui media sosial telah bergeser menjadi kebutuhan.
"Saya rasa orang merasa berterima kasih dengan adanya koneksi ke media sosial di waktu seperti ini. Untuk berbagi berita atau check in dengan kawan dan keluarga. Saat ini semua orang terkurung," papar analis iklan digital dan media dari Altimeter Group, Rebecca Lieb kepada Newsfactor.
Hashtag #Sandy sendiri merupakan trending topic di Twitter setempat, sama halnya dengan #FEMA atau Federal Emergency Management Agency dan #staysafe.
Twitter juga mengunggah berbagai informasi agar tetap up-to-date dengan rekomendasi akun untuk diikuti.
Sedangkan halaman Facebook Global Disaster Relief selalu diperbarui sepanjang badai dan seorang juru bicaranya, Devon Corvasce mengatakan bahwa istilah Hurricane Sandy serta Frankenstorm jumlahnya naik 1 juta persen selama krisis itu terjadi. Sementara itu, istilah hurricane naik 21,926 persen dan Sandy naik 6,578 persen.
(Yoga Hastyadi Widiartanto)