CALIFORNIA – Team GhostShell membocorkan data milik satu juta akun yang terdiri dari 100 situs di seluruh dunia. Hacking yang dilakukan merupakan bagian dari Project HellFire, mereka telah melakukan kolaborasi dengan MidasBank dan PhiusLab untuk melancarkan serangan itu.
Menurut pernyataan yang dirilis oleh Team GhostShell, target operasi mereka meliputi agensi real estate, dealer senjata, kantor polisi, kantor pengacara, berbagai perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, penerbangan, politik, kamar dagang, perjalan, militer, pendidikan, dan hubungan masyarakat. Demikian dilansir dari Softpedia, Senin (27/8/2012).
Data yang dirilis meliputi username, alamat email, kata kunci (password) dan informasi lainnya yang telah dimuat secara online. Data tersebut rupanya diretas melalui sejumlah organisasi seperti CIA Services ( tidak berhubungan dengan Central Intelligence Agency), Garret Goup, Angkatan Laut Thailand, Consulting Triage, Lion Capital, Commerce Bank of Wyoming, Shesley Consulting dan Asosiasi Stabismological Eropa.
"Team GhostShell melakukan protes terhadap sejumlah bank, politisi dengan meretas akun mereka. Dalam menjalankan aksinya, mereka dibantu oleh MidasBank serta beberapa cabang terbaru, dan OphiusLab," kata pemimpin tim DeadMellox.
"Satu juta rekening dibocorkan. Kami juga membiarkan semua orang tahu. Kemudian dua proyek lainnya dijadwalkan pada musim gugur dan musim dingin, ini hanya awal," tegasnya.
Selain itu, para hacker juga mengkalim memiliki "akses point" untuk enam miliar database dari mainframe di China yang berisi teknologi China dan Jepang, 105 miliar lebih database ke mainframe bursa saham Amerika Serikat (AS) dan 3 hingga 4 server yang berbeda milik Department of Homeland Security.
(Fetra Hariandja)