JAKARTA - Layanan broadband Telkom mengalami peningkatan yang menggembirakan. Total pelanggan broadband Telkom sampai dengan triwulan III 2011 mencapai 11,2 juta pelanggan yang terdiri dari pelanggan Speedy 2,18 juta, Telkomsel Flash 5,95 juta dan layanan Black Berry sebanyak 3,04 juta.
“Meski baru diluncurkan, layanan broadband dari Flexi yakni Flexi Mobile Broadband juga menunjukkan sinyal positif sehingga Telkom meyakini Flexi Mobile Broadband yang menggunakan teknologi EVDO Rev A akan memberikan sumbangan yang berarti terhadap portofolio broadband Telkom,” kata Head of Corporate Communication and Affair Telkom, Eddy Kurnia, seperti dilansir melalui keterangan resminya, Kamis (17/11/2011).
Mengenai target pelanggan Flexi Mobile Broadband, Eddy Kurnia mengatakan hingga akhir 2011 ini, Telkom menargetkan sebanyak minimal 50.000 pelanggan Flexi Mobile Broadband.
Dibandingkan triwulan III 2010, beberapa indikator yang berkaitan dengan life style di triwulan III 2011 juga menunjukkan pertumbuhan yang tinggi, yaitu datacom naik 19,6 persen, internet naik 34,6 persen, media naik 29 persen, IT Services naik 28,3 persen dan SMS naik 10,8 persen.
Prestasi lain yang didapatkan oleh Telkom adalah dinobatkan sebagai “Broadband Service Provider dan Data Communication Service Provider of The Year” pada ajang “2011 Frost & Sullivan Indonesia Excellence Award” yang diselenggarakan di Jakarta, 16 November 2011.
“Penghargaan internasional yang berhasil diraih Telkom ini sebenarnya tak lepas dari nilai dedikasi yang telah Telkom berikan kepada pelanggan. Telkom sebagai penyedia layanan internet senantiasa memberikan nilai lebih kepada produknya di tengah persaingan yang ketat,” kata Eddy Kurnia.
Frost & Sullivan Indonesia Excellence Award merupakan ajang tahunan penganugerahan kepada para pemain terbaik di sektor telekomunikasi di Indonesia.
Penghargaan yang diberikan merupakan refleksi atas dedikasi, keunggulan dan teladan oleh para pemain tertinggi dalam sektor telekomunikasi di Indonesia yang tidak hanya berprestasi di dalam persaingan pasar tetapi juga telah meningkatkan posisi industri telekomunikasi di Indonesia.
(Susetyo Dwi Prihadi)