JAKARTA - Mengapa ambulans jarang terlihat isi bensin? Hal ini mungkin menjadi pertanyaan untuk sebagian orang.
Ambulans kerap melaju dengan kencang membelah kemacetan. Dengan sirine yang meraung nyaring, kendaraan ini diprioritaskan untuk mendapatkan jalan.
Tak heran, sebab ambulans adalah satu bagian penting dari pelayanan kesehatan sekaligus Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), tempat setiap detik bisa menentukan nasib pasien.
Namun, ada satu pemandangan yang justru jarang ditemui yakni ambulans yang berhenti mengisi bahan bakar di SPBU. Pertanyaan sederhana ini pun memancing rasa penasaran, lalu melahirkan berbagai dugaan di kalangan masyarakat.
Ternyata, ada alasan mengapa ambulans nyaris tak pernah tampak mengantre di SPBU. Berdasarkan standar opersional prosedur (SOP) terkait pelayanan ambulans darurat dinas kesehatan dan rumah sakit dari Kemenkes, kendaraan penyelamat ini sebenarnya tetap mengisi bahan bakar di SPBU. Namun, waktunya kerap dipilih saat malam hari, ketika antrean sudah lengang. Hal ini untuk meminimalkan waktu tanggap (response time).
Alasan lainnya adalah para sopir atau penanggung jawab ambulans lazimnya langsung mengisi tangki hingga penuh. Alasannya masuk akal: ketika panggilan darurat datang, ambulans bisa langsung tancap gas tanpa dibayangi kekhawatiran kehabisan bensin di tengah jalan.
Bayangkan jika hal itu terjadi. Dalam misi mengevakuasi pasien, mesin yang mendadak mati di tengah perjalanan bisa berakibat fatal. Karena itu, sopir selalu memastikan jarum penunjuk bahan bakar berada di posisi aman, baik sebelum berangkat maupun setelah selesai bertugas.
Ada pula faktor lain. Sebagai kendaraan khusus, ambulans disebut-sebut punya “pom bensin” sendiri sehingga tak perlu berbaur dengan antrean kendaraan umum. Pola serupa juga berlaku bagi mobil pemadam kebakaran, mobil polisi, hingga kendaraan pejabat.
Namun, tidak semua ambulans memiliki fasilitas pengisian bahan bakar pribadi.
(Erha Aprili Ramadhoni)