Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Itu IGRS yang Kini Jadi Sorotan Gamers Buntut Rating Steam?

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 08 April 2026 |18:00 WIB
Apa Itu IGRS yang Kini Jadi Sorotan Gamers Buntut Rating Steam?
Indonesia Game Rating System (IGRS).
A
A
A

JAKARTA – Kehadiran sistem rating game baru di platform Steam telah mengundang kontroversi di Indonesia. Sistem yang disebut Indonesia Game Rating System (IGRS) ini memunculkan kekhawatiran mengenai pembatasan pemerintah terhadap gamer di Indonesia, dengan penetapan rating yang dianggap tidak tepat dan berdampak negatif bagi konsumen.

Kementerian Komunikasi Digital (Komdigi) mengonfirmasi bahwa IGRS adalah sistem klasifikasi usia game nasional resmi yang dikelola pemerintah.

Apa Itu IGRS dan Fungsinya

IGRS adalah sistem klasifikasi konten permainan video berdasarkan kelompok usia, dikelola oleh Komdigi. IGRS diinisiasi sejak 2016 dan secara resmi diluncurkan pada 12 Oktober 2025 dalam ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) di Bali, sebagai sistem klasifikasi game nasional pertama di Asia Tenggara.

Tujuan utamanya adalah melindungi kepentingan publik, terutama anak dan remaja, dari konten yang tidak sesuai usia, seperti kekerasan, bahasa kasar, konten seksual, pornografi, perjudian, hingga promosi narkoba atau alkohol. Karena itu, IGRS bersifat regulatif bagi pengembang dan publisher yang beroperasi di Indonesia.

Bagaimana IGRS Bekerja?

IGRS menggunakan pendekatan mirip sistem rating internasional, namun disesuaikan dengan nilai dan norma Indonesia. Penerapannya melibatkan dua tahap utama: self-assessment oleh pengembang dan verifikasi oleh Komdigi.

 

Pengembang atau publisher mendaftar di portal igrs.id, mengisi kuesioner tentang konten (kekerasan, seksualitas, judi, narkoba/alkohol, dan lainnya), lalu menentukan klasifikasi usia yang disarankan. Komdigi kemudian melakukan verifikasi, baik acak maupun berdasarkan laporan publik, dan berhak meminta perubahan batas usia atau bahkan penarikan game jika konten tidak sesuai.

Kategori IGRS untuk Indonesia terdiri dari 3+, 7+, 13+, 15+, 18+, serta kelas RC (Refused Classification) untuk konten yang dilarang. Rentang ini sekaligus digunakan ketika IGRS diintegrasikan ke platform global seperti Steam.

Mengapa IGRS di Steam Memicu Kontroversi?

Pada Maret 2026, Steam mulai menampilkan rating IGRS untuk game yang ditayangkan di wilayah Indonesia, melalui kerja sama dengan IARC (International Age Rating Coalition). Namun, rating IGRS di Steam memicu kontroversi dan protes dari gamer Indonesia.

Sejumlah keluhan di media sosial memperlihatkan tangkapan layar yang menunjukkan rating IGRS tidak sesuai dengan konten game. Misalnya, sebuah game dengan adegan dewasa mendapat rating IGRS 3+, sebaliknya game yang seharusnya bisa dinikmati semua umur justru mendapat rating IGRS 18+.

Menyusul maraknya keluhan, sebagian label IGRS di Steam kemudian dihapus dan digantikan dengan sistem rating lain seperti PEGI.

Komdigi menjelaskan bahwa sebagian besar rating IGRS di Steam saat ini masih berbasis self-assessment Steam, bukan hasil verifikasi resmi pemerintah. Artinya, label tersebut belum sepenuhnya merepresentasikan rating resmi Komdigi. Pemerintah berencana memanggil pihak Steam untuk memastikan konsistensi dan kepatuhan terhadap ketentuan nasional.

 

Meski begitu, ada kekhawatiran besar dari para gamer akan mekanisme self-assessment dan peran pemerintah dalam menentukan batas usia, yang dapat memicu pembatasan akses atau sensor terlalu ketat, terutama untuk game populer di kalangan remaja dan dewasa.

Berkaca dari rekam jejaknya, kebijakan Komdigi untuk memberlakukan pembatasan pada platform digital kerap mengundang keluhan dari masyarakat, terutama generasi muda. Misalnya, upaya memerangi konten berbahaya seperti pornografi, radikalisme, dan perjudian online justru memunculkan pemblokiran terhadap situs populer seperti Reddit dan beberapa situs lainnya.

Komdigi menegaskan bahwa penerapan IGRS harus seimbang, transparan, dan tetap menghormati kebebasan berekspresi dalam koridor perlindungan konsumen serta nilai-nilai sosial Indonesia. Masyarakat berharap penerapan IGRS nantinya dapat berjalan proporsional dan tidak merugikan para gamer.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement