JAKARTA — Puasa Ramadhan sering kali menurunkan konsentrasi dan stamina pengendara akibat lapar, haus, serta kelelahan, yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Untuk mengatasi hal-hal tersebut, berikut beberapa panduan berkendara selama puasa Ramadhan, sebagaimana dirangkum Okezone dari berbagai sumber.
Tidur cukup minimal 6–8 jam sebelum berkendara untuk menjaga stamina dan menghindari kantuk saat siang hari. Sahur dengan makanan bergizi seperti karbohidrat kompleks dan protein, hindari makanan pedas atau berkafein yang memicu dehidrasi. Jika merasa lelah, istirahat sejenak di tempat aman daripada memaksakan diri di jalan.
Periksa rem, ban, lampu, oli, dan tekanan angin secara rutin sebelum berangkat, karena kondisi kendaraan prima mengurangi risiko mogok atau selip. Gunakan helm SNI, jaket, sarung tangan, dan sepatu tertutup untuk perlindungan maksimal, terutama bagi pemotor. Pastikan bahan bakar penuh untuk menghindari berhenti mendadak di tengah jalan ramai.
Jaga kecepatan stabil di bawah batas maksimal, hindari ngebut terutama menjelang buka puasa ketika jalanan padat. Pilih rute alternatif untuk menghindari kemacetan jam pulang kantor atau magrib, serta berangkat lebih awal agar tidak terburu-buru. Selalu patuhi rambu lalu lintas, beri jarak aman dengan kendaraan depan, dan fokus penuh tanpa memegang ponsel.
Jaga jarak 4 detik, naikkan ke 6 detik jika haus berat. Hindari berkendara pada pukul 11.00–15.00 WIB, yang biasanya merupakan puncak dehidrasi. Pindai spion setiap 5 detik: depan 2 detik, kiri-kanan 2 detik, belakang 1 detik. Jika mata terasa berat, tekan rem pelan bertahap untuk meningkatkan aliran darah, atau berhenti di rest area selama 10 menit.
Berangkat 30 menit lebih awal dari jam biasa untuk menghindari kemacetan pukul 16.30–18.00 WIB; pilih jalur arteri seperti tol dalam kota daripada flyover padat. Matikan AC mobil sesekali (ganti ventilasi manual), buka kaca 5 cm untuk sirkulasi oksigen segar agar tidak mengantuk. Ponsel: gunakan mode pesawat atau handsfree saja, jangan balas chat lebih dari 3 detik.
(Rahman Asmardika)