Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Motor Listrik Alva N3 Next Gen Meluncur di IIMS 2026

Ravie Wardani , Jurnalis-Jum'at, 06 Februari 2026 |11:50 WIB
Motor Listrik Alva N3 Next Gen Meluncur di IIMS 2026
Motor Listrik Alva N3 Next Gen Meluncur di IIMS 2026 (Dok)
A
A
A

JAKARTA - Ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menjadi momentum penting bagi Alva. Pabrikan motor listrik lokal ini resmi meluncurkan Alva N3 Next Gen.

1. Alva N3 Next Gen

Chief Marketing Officer Alva, Putu Swaditya Yudha, menyatakan bahwa Alva N3 Next Gen hadir dengan pembaruan signifikan pada sektor baterai dan ekosistem pendukung. 

Ia mengklaim, Alva sebagai jenama motor listrik pertama yang siap mengakomodasi perjalanan jarak jauh antarprovinsi. 

"Kita bisa menghubungkan infrastruktur dan juga ekosistem Alva dari Jawa ke Bali. Saya dan tim Alva berani mengklaim kami adalah brand motor listrik pertama di Indonesia yang bisa membuat konsumen Indonesia libur Lebaran," ujar Adit di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, dikutip pada Jumat (6/2/2026). 

Terkait klaim tersebut, Adit menegaskan kesiapan mudik ini didukung pertumbuhan titik pengisian daya cepat (Boost Charging) Alva. 

Jika pada 2025 hanya terdapat 19 lokasi, pada awal 2026 ini jumlahnya melonjak drastis mencapai lebih dari 180 konektor yang tersebar di jalur utama. 

Adit merinci rute mudik yang kini sudah terhubung meliputi Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, hingga Surabaya dan Malang, kemudian tersambung ke Bali. 

"Titik-titik Boost Charging Alva sudah tersedia, sudah terkoneksi, dan sudah bisa digunakan," lanjutnya. 

Klaim ini diperkuat data penggunaan infrastruktur yang meroket. Alva mencatat pada kuartal keempat 2025, penggunaan daya di stasiun pengisian mereka menembus angka 2.000 kWh, naik berkali-kali lipat dibandingkan awal tahun sebelumnya. 

Selain itu, jaringan layanan purnajual (after sales) juga diperluas dari 41 titik menjadi sekitar 120 titik di awal 2026. 

Alva juga memperkenalkan skema kepemilikan baru. Skema ini memisahkan harga unit dengan biaya baterai melalui sistem berlangganan. 

 

Konsumen hanya perlu membayar biaya langganan baterai sebesar Rp125.000 per bulan. Menariknya, jika penggunaan di bawah 700 km per bulan, biaya pemakaian digratiskan (Rp0). 

"Ini adalah sebuah terobosan baru, menjadi opsi kepemilikan motor listrik di Indonesia, dan juga sesuai dengan kebutuhan konsumen," kata Adit. 

Adit menjelaskan, perusahaan menyediakan dua opsi pembelian bagi konsumen, yakni pembelian putus dengan hak milik baterai sepenuhnya atau pembelian unit dengan skema sewa baterai. 

"Harganya sebenarnya ada dua opsi. Kalau hak milik baterai itu harganya Rp 35,5 juta (On The Road). Nah, kalau dengan sewa baterai, harganya nanti cuma bayar sekitar Rp 20,5 juta," ujarnya. 

Sementara itu, untuk proses distribusi unit ke tangan konsumen akan segera dilakukan dalam waktu dekat. 

"Untuk pengiriman pertama kira-kira di minggu pertama bulan Maret," tutup Adit.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement