Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AISI: Pasar Sepeda Motor Indonesia 2025 Tumbuh 1,3%, Diproyeksikan Stabil di 2026

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 09 Januari 2026 |20:10 WIB
AISI: Pasar Sepeda Motor Indonesia 2025 Tumbuh 1,3%, Diproyeksikan Stabil di 2026
Ilustrasi. (Foto: Erha/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pasar sepeda motor Indonesia menutup tahun 2025 dengan performa stabil meskipun daya beli konsumen mengalami pelemahan. Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor domestik sepanjang 2025 mencapai 6.412.769 unit, tumbuh 1,3% dibanding 2024.

Angka ini sesuai dengan proyeksi awal yang berkisar antara 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Ini menunjukkan bahwa kendaraan dua roda tetap menjadi pilihan transportasi paling efisien bagi mayoritas masyarakat Indonesia untuk mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.

"Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik berada di angka 535.000 unit. Ini menggambarkan bahwa sepeda motor sangat dibutuhkan masyarakat karena efisien dan efektif untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun gaya hidup," kata Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala dalam keterangan pers, Jumat, (9/1/2026).

Skutik Dominan, Listrik Masih Minimal

Dari sisi segmentasi, sepeda motor skuter (skutik) tetap mendominasi dengan kontribusi 91,7% dari total penjualan. Sisanya terbagi atas motor underbone 4,46%, jenis sport 3,51%, sedangkan sepeda motor listrik masih di bawah 1%.

 

Domainnya skutik menunjukkan preferensi konsumen yang kuat terhadap kenyamanan dan kepraktisan dalam berkendara. Motor jenis ini ideal untuk mobilitas urban dan semi-urban, menjadikannya pilihan utama konsumen di berbagai segmen usia dan ekonomi.

Peran Pembiayaan

Sigit menekankan bahwa stabilitas pasar tahun lalu tidak terlepas dari peran industri pembiayaan yang kuat. Kontribusi pembelian secara kredit mencapai sekitar 65%, menunjukkan pentingnya dukungan lembaga keuangan dalam mendorong permintaan pasar.

"Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli terutama di masyarakat ekonomi menengah, dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif. Ini juga membuat pasar tetap tumbuh meski tidak besar," kata Sigit.

Pertumbuhan di Luar Jawa

Secara geografis, pertumbuhan permintaan di luar Pulau Jawa berhasil mengkompensasi penurunan penjualan di Jawa. Perkembangan positif di daerah luar Jawa menjadi penyeimbang utama mengingat beberapa industri di Jawa mengalami kesulitan pada 2025 dan terpaksa merumahkan karyawan.

 

Strategi pelaku industri dalam menghadirkan produk-produk terbaru juga berperan penting. Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025, yang digelar AISI di ICE BSD pada 24–28 September, berhasil mencatatkan peningkatan signifikan dengan 103.789 pengunjung dan lebih dari 1.500 unit terjual senilai Rp70 miliar.

Ekspor Terus Menguat

Di sektor ekspor, industri sepeda motor Indonesia juga menunjukkan performa positif. Selama 2025, anggota AISI berhasil mengekspor 544.133 unit dalam kondisi utuh (CBU), 8.139.894 set unit dalam kondisi terurai (CKD), dan 138.455.487 pieces suku cadang. Kontribusi ekspor ini menunjukkan daya saing industri Indonesia di pasar global.

Tantangan dan Proyeksi 2026

Memasuki 2026, AISI mengidentifikasi beberapa tantangan potensial yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah pemberlakuan pajak opsen (pajak kendaraan tambahan) oleh sejumlah pemerintah daerah di awal tahun, yang dikhawatirkan akan mempengaruhi daya beli konsumen.

"Kami memahami kebutuhan kenaikan pendapatan setiap pemerintah daerah. Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen," harap Sigit.

 

Kondisi geopolitik global, pertumbuhan ekonomi, harga komoditas, dan cuaca juga akan menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas daya beli masyarakat tahun ini.

Terlepas dari berbagai tantangan, AISI tetap optimis dengan proyeksi pasar sepeda motor domestik pada 2026 akan tetap stabil di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit—sama dengan proyeksi tahun lalu.

"Dukungan lembaga pembiayaan yang kuat akan mampu mendorong realisasi penjualan di pasar sepeda motor domestik tahun ini," tutup Sigit.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement