JAKARTA - Mobil listrik pertama raksasa teknologi, Xiaomi, yakni SU7 mendapat sambutan positif publik. Dalam waktu kurang dari 30 menit setelah peluncuran beberapa waktu lalu, Xiaomi mengumumkan telah menerima 50 ribu pesanan untuk SU7.
"Xiaomi telah mengumumkan dalam 27 menit pertama setelah mulai menerima pesanan untuk SU7, mereka telah menerima lebih dari 50.000 pesanan. Hal ini jelas menandakan peluncuran yang sangat sukses di pasar China," lapor Arena EV, dikutip Selasa (2/4/2024).
Sebagaimana diketahui, Xiaomi SU7 ditawarkan dalam 3 varian. Pertama adalah Standard yang dilengkapi baterai berkapasitas 73,6 kWh dan motor listrik bertenaga 220 kW. Varian ini diklaim dapat menempuh jarak 700 km dengan kecepatan tertinggi 210 km/jam.

Kemudian ada SU7 Pro yang dibekali baterai berkapasitas 94.3 kWh dengan jarak tempuh hingga 830 km. Varian ini dibekali satu motor penggerak yang ditempatkan di belakang dengan kapasitas 220 kW dan torsi puncak 400 Nm.
Terakhir varian Max yang menggendong baterai berkapasitas 101 kWh CATL Qilin dengan jarak tempuh hingga 800 km. Versi ini dibekali dua motor (AWD), yang dikombinasikan dapat menghasilkan tenaga 663 hp dan torsi puncak 838 Nm.
Soal harga, Xiaomi mengumumkan tipe Standard dibanderol 215.900 yuan atau setara Rp473 jutaan, SU7 Pro ditawarkan dengan harga 245.900 yuan atau Rp539 jutaan, serta SU7 Max dijual 299.900 yuan atau Rp660 jutaan.
Menariknya, pengumuman harga mobil listrik Xiaomi itu dihadiri sejumlah kompetitor, seperti Nio, Xpeng, hingga LiAuto. CEO Xiaomi, Lei Jun, memberikan sambutan dengan menyambut para kompetitornya tersebut.
“Mereka semua memberi kami banyak saran dalam beberapa tahun terakhir untuk menghindari jebakan selama pengembangan mobil listrik,” kata Jun, dikutip dari Car News China.
(Erha Aprili Ramadhoni)