Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hiburan di Balik Klakson Telolet, Bisa Berakibat Fatal

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Selasa, 12 Maret 2024 |14:08 WIB
Hiburan di Balik Klakson Telolet, Bisa Berakibat Fatal
Hiburan di balik klakson telolet, bisa berakibat fatal. (Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Fenomena klakson telolet masih terus berlanjut dengan anak-anak menjadi penikmat. Padahal, penggunaan klakson telolet bisa menyebabkan kegagalan fungsi pada bus sehingga dapat menciptakan kecelakaan fatal.

Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI) sebagai salah satu pemasok sasis bus di Indonesia, tak menyarankan penggunaan klakson telolet. Pasalnya, pemasangan komponen tersebut dipadukan dengan kompresor yang memasok angin ke sistem pengereman.

Body Builder Advisor DCVI, M Thoyib mengatakan, hadirnya klakson telolet sangat positif sebagai hiburan. Namun, dari sisi teknis hal tersebut berisiko merusak sistem keselamatan yang disematkan pada bus.

"Sebetulnya kami concern ini terkait dengan elektrik sesuai dengan electrical yang tidak sesuai dengan guidance kami itu berpotensi menghadirkan kegagalan fungsi kendaraan," kata Thoyib di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.

"Di klakson telolet ada material yang menggunakan tenaga angin kalau instalasinya mengambil tenaga angin yang salah, contohnya di sistem pengereman. Sistem rekam ini mengandalkan sistem angin ya itu remnya bisa tidak berfungsi," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) DKI Jakarta, Yusa Cahya Permana, meminta pemerintah menetapkan regulasi soal klakson telolet. Menurutnya, itu penting demi meningkatkan keselamatan dan keamanan penumpang.

"Untuk regulasi klakson dan juga tambahan lampu memang belum ada regulasi spesifik yang mengatur aksesoris karena itu kan sifatnya baru regulasi, kita tidak populer di lapangan. Kalau ingin diatur dengan regulasi yang ada sekarang tinggal diterapkan saja. Tinggal pasang aja rambu tidak boleh klakson," ujar Yusa.

Ia mengatakan, MTI juga berdiskusi dengan pihak kepolisian mengenai fenomena klakson telolet. Mengingat sudah banyak korban yang diakibatkan klakson telolet.

"Kalau untuk keselamatan di kepolisian juga sedang putar otak untuk mengatur pemasangan klakson. lya itu tidak dipakai dari sistem-sistem yang berhubungan dengan keselamatan jangan sampai pasang klakson, tapi bisa tidak bisa ngerem itu kan lucu," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement