HARGA langganan YouTube Premium di seluruh dunia dipastikan mengalami kenaikan secara bertahap. Keputusan itu diambil pasca perusahan mencegah penggunaan Ad Blocker kepada pengguna di desktop beberapa minggu terakhir.
Pengguna yang menggunakan Ad Blocker hanya bisa memiliki dua opsi. Pertama mematikan plugin tersebut dari browser mereka dan menerima sejumlah iklan. Atau yang kedua beralih ke layanan YouTube Premium.
Seperti dilansir dari berbagai sumber, Jumat (3/11/2023), ini sudah berlaku mulai 1 November kemarin di Austria, Chili, Australia, Argentina, Jerman, Turki, dan Polandia. Negara-negara lainnya dilaporkan akan menyusul dalam waktu dekat.
Dengan ini, menikmati konten di YouTube tanpa iklan menjadi sedikit lebih mahal. Meski demikian pelanggan lama akan mendapatkan bonus biaya sebelumnya setidaknya untuk tiga bulan tambahan sebelum akhirnya dikenakan biaya tambahan.
Menurut email pemberitahuan tersebut, kenaikan harga akan terus meningkatkan Premium dan mendukung para kreator konten di platform. Selain itu perusahaan juga menawarkan mode pemutaran audio saja, pemutaran latar belakang, dan opsi pengunduhan offline.
YouTube juga menawarkan opsi 1080p yang memberikan bitrate yang lebih baik. Opsi bitrate yang ditingkatkan ini diklaim perusahaan memiliki kompresi yang lebih sedikit, sehingga menghasilkan visual yang lebih baik.
(Saliki Dwi Saputra )