Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Media Asing Ikut Soroti Kebakaran di Kawasan Gunung Bromo

Redaksi , Jurnalis-Jum'at, 15 September 2023 |14:07 WIB
Media Asing Ikut Soroti Kebakaran di Kawasan Gunung Bromo
Kebakaran di Bukit Teletubbies Gunung Bromo (Foto: Avirista/MPI)
A
A
A

KEBAKARAN yang terjadi di kawasan Bukit Teletubbies, Gunung Bromo baru-baru ini mendapat sorotan dari media asing. Seperti yang diketahui dari berbagai sumber, kebakaran yang berlangsung sejak Jumat, (6/9/2023) tersebut, baru dapat dipadamkan hampir sepekan kemudian, tepat pada Kamis, (12/9/2023).

Sayangnya, kebakaran yang merenggut sekitar 124 hektare lahan tersebut justru diakibatkan oleh aktivitas yang tidak banyak diduga oleh banyak orang yakni pre-wedding photoshoot. Sebab, sudah menjadi hal lumrah ketika kawasan wisata Bukit Teletubbies, Gunung Bromo menjadi langganan kegiatan pemotretan atau semacamnya.

Bersamaan dengan kabar tersebut, media asing Mashable, ikut menyoroti penyebab terjadinya kebakaran nahas Bukit Teletubbies di kawasan Gunung Bromo ini. Dikutip dari laman tersebut, secara langsung mereka menyinggung penyebab kebakaran yang diakibatkan oleh kecerobohan pre-wedding photoshoot dengan meletakkan hal ini sebagai judul berita mereka..

Lebih lanjut, Mashable menyoroti penggunaan flare dalam pre-wedding photoshoot yang akhirnya berbuah kesialan berupa kebakaran selama 5 hari lamanya dengan total 124 hektar lahan hangus tidak tersisa. Akibatnya, terjadilah efek domino, dimana Bukit Teletubbies di kawasan Gunung Bromo yang merupakan tempat wisata harus menutup akses dari wisatawan.

Tidak sampai di situ, Mashable ikut menambahkan fakta lain berupa ditutupnya beberapa akses jalan di sekitar kawasan Gunung Bromo selama kebakaran berlangsung, salah satunya jalan Malang-Lumajang-Malang.

Terakhir, media ini mengakhiri pembahasan dari peristiwa kebakaran nahas di kawasan Gunung Bromo dengan investigasi yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap pasangan dan photographer yang bersangkutan.

Seperti diberitakan Okezone, Menteri Pariwista dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan polsek, sukapura dan masyarakat melakukan pemadaman dan pihak WO sudah diamankan dan akan diproses secara hukum.

"Sekali lagi ini ada di dalam lingkup Taman Nasional Tengger Semeru, jadi harus ada peraturan yang sudah ditetapkan itu untuk diterapkan. Jadi semua pihak jangan bosan untuk mensosialisasikan aturan tersebut termasuk juga para pelaku parekraf agar standarisasi CHSE tak hanya health aja, tapi juga safety-nya," kata Sandi.

Selain material yang mudah terbakar, kebakaran itu juga tidak lepas dari pengaruh cuaca panas di daerah tropis akibat badai El Nino. BMKG pun telah memprediksi bahwa musim hujan di Indonesia baru akan terjadi di bulan November mendatang. (Chasna Alifia Sya’bana)

(Saliki Dwi Saputra )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement