FITUR pencarian di Threads kembali dibatasi. Setelah sebelumnya hanya bisa digunakan untuk mencari akun pengguna, kemudian diperluas untuk melakukan pencarian dengan kata kunci, kini fitur tersebut kembali dibatasi.
Raksasa teknologi yang menanungi Threads, Meta saat ini telah memblokir penelusuran untuk sejumlah kata yang berpotensi sensitif, termasuk “vaksin”, “covid”, telanjang, seks dan variasi kata lain yang sebelumnya dikaitkan dengan misinformasi di platform Meta.

Adanya batasan tersebut pertama kali dilaporkan oleh The Washington Post, dikatakan sebagai upaya nyata untuk mencegah penyebaran konten kontroversial di aplikasi terbaru Meta, dilansir dari Engadget, Rabu (13/9/2023).
Perusahaan mengkonfirmasi bahwa kebijakan pemblokiran tidak berlaku permanen. Juru bicara Meta menyebut pembatasan pencarian untuk kata kunci yang mungkin menampilkan konten yang berpotensi sensitif hanya bersifat sementara.
Bos Instagram yang juga mengawasi Threads, Adam Mosseri, men-twit bahwa perusahaan sedang mencoba belajar dari kesalahan masa lalu dan percaya bahwa lebih baik bersikap hati-hati saat kami meluncurkan penelusuran.
Sejarah Meta menunjukkan bahwa perusahaan memiliki alasan bagus untuk berhati-hati dalam mencari di Threads. Pencarian Instagram telah banyak dikritik sebagai vektor misinformasi dan kemampuannya mengarahkan pengguna ke lubang konspirasi.
Penelusuran aplikasi ini khususnya menjadi senjata pada masa-masa awal pandemi, ketika aplikasi tersebut mempromosikan akun anti-vaksin yang menggembar-gemborkan konspirasi di hasil teratas untuk pertanyaan sederhana seperti “vaksin” dan “5g.”
Pada saat yang sama, Meta kini memilih untuk memblokir semua pencarian yang mengandung kata kunci berpotensi sensitif, bahkan postingan yang tidak berisi konten yang melanggar aturan. Pendekatan ini juga jauh lebih agresif dibandingkan yang dilakukan perusahaan media sosial tersebut di masa lalu.
Meskipun Meta sebelumnya membatasi fungsi pencarian di Facebook dan Instagram, perusahaan biasanya melakukan intervensi ketika istilah pencarian secara eksplisit dikaitkan dengan konten yang melanggar aturan, seperti hashtag spesifik yang terkait dengan QAnon.
Dalam kasus lain, perusahaan telah berupaya membersihkan hasil pencarian untuk topik seperti vaksin, dan mendorong ILM dalam aplikasi yang mengarahkan pengguna ke sumber resmi.
(Saliki Dwi Saputra )