JAKARTA - Smartfren jadi perusahaan telekomunikasi kedua setelah Telkom melalui Telkomsat, yang menggelar kerja sama dengan konstelasi satelit internet Starlink.
Kabarnya, Smartfren sudah bekerja sama dengan jaringan internet milik miliarder Elon Musk itu awal 2023, melalui divisi enterprise solusi dan dimanfaatkan untuk backhaul.
Mohammad Ridwan Effendi, Pengamat Telekomunikasi, menjelaskan kerja sama operator seluler dengan Starlink sangat baik dilakukan.
"Kerja sama ini baik untuk memberikan layanan kepada daerah yang selama ini belum terjangkau layanan telekomunikasi. Jadi masyarakat tetap mengakses operator lokal, sedangkan Starlink memberikan backhaul untuk lokasi-lokasi baru tersebut," jelas Ridwan yang juga dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, kepada Okezone.com, Minggu (10/9/2023).
Lebih lanjut, mantan Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Kominfo itu, menambahkan investasi satelit sangat mahal, sehingga akan lebih efisien jika melakukan kerja sama.
"Investasi satelit itu mahal, sehingga paling memungkinkan untuk backhaul saja. masyarakat mengakses via jaringan darat milik operator lokal," katanya lebih lanjut.
"Jadi BTS 4G tetap dibutuhkan untuk akses ke masyarakat, Starlink digunakan untuk menghubungkan BTS tersebut dengan core network di Jakarta," paparnya lagi.
Sehingga kerja sama dengan Starlink dan operator seluler tetap dibutuhkan, disamping gelaran infrastruktur kian meluas ke depannya.
Lalu peran Satelit Satria 1 juga bisa terbantu, mengingat satelit ini akan melayani 150 ribu titik layanan publik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dan Starlink dalam hal ini dilaporkan sudah memiliki jumlah satelit dengan jumlah yang masif.
"Butuh berapa satelit Satria untuk target 150 ribu lokasi?," tutupnya singkat.
(Imantoko Kurniadi)