JAKARTA - Starlink, perusahaan milik Elon Musk digadang-gadang mampu jadi solusi perluasan sebaran internet berkualitas di Indonesia.
Menurut Ian Josef Matheus Edward, Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia-ITB, layanan Starlink bakal menjadi backhaul yang akan mengisi kekosongan jaringan di suatu daerah.
"Dengan ada Starlink sebagai backhaul, tentunya diharapkan percepatan 100 persen internet Indonesia. Starlink ini sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi daerah yang memerlukan internet kualitas baik dan terjangkau," Katanya kepada Okezone.com, dikutip Rabu (6/9/2023).
Disamping itu bagi operator seluler, Starlink juga memberikan keuntungan. Dimana kemampuan layanan internet berbasis satelit itu disebut mampu memperkuat perusahaan telekomunikasi yang saat ini sedang mewujudkan fixed mobile convergence (FMC) alias penggabungan layanan jaringan tetap dan seluler.
Diketahui, ada sejumlah tantangan yang musti dihadapkan operator selular guna menggulirkan FMC, diantaranya mulai dari ketersediaan menara, serat optik untuk menjamin kualitas koneksi dan jangkauan, cost yang tinggi hingga mengintegrasikan jaringan.
"Khususnya untuk mengatasi FMC, dimana backhaul-nya fiber bisa sementara digantikan," katanya.
"Secara persaingan usaha yang sehat dan anti praktik monopoli, maka operator seluler yang saat ini sedang mewujudkan FMC harus diutamakan. Maka dengan hal ini Starlink memiliki kewajiban berkerja sama melalui skema business to business (B2B) untuk menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan, dan akhirnya akan memberikan manfaat lebih ke pengguna," tandasnya
(Imantoko Kurniadi)