JAKARTA – Salah satu upaya Tesla bangkit dari keterpurukan adalah dengan berinovasi mobil listrik yang dapat dinikmati konsumen yang lebih luas. Tesla berencana mengembangkan mobil listrik untuk entry level.
Beberapa waktu lalu, tertangkap kamera Tesla melakukan pengujian di jalan raya menggunakan stiker kamuflase. Kabarnya, pengujian mobil listrik tersebut dilakukan di China yang merupakan fasilitas Tesla yang terbesar.
Dikutip dari Paultan, mobil listrik ini punya dimensi panjang 4.395 mm, tinggi 1.540 mm dan lebar 1.795 mm. Banyak pihak yang mengatakan mobil ini mirip seperti Mazda CX-3. Bahkan mobil ini dikatakan sebagai rebranding CX-3.
Informasi terkait mobil baru untuk segmen menengah ke bawah ini telah disampaikan Elon Musk pada Oktober 2022. Ia mengumumkan bahwa sedang mengerjakan platform mobil listrik yang akan mengambil desain dari Model 3 dan Model Y.
Sebenarnya ide terkait mobil listrik murah ini telah disampaikan oleh Elon Musk pada tahun 2018. Pada saat itu, ia mengatakan akan memproduksi mobil listrik murah tiga tahun mendatang.
Disebutkan, model baru ini bakal dijual dengan harga murah, yakni USD 25.000 atau Rp381 juta di Amerika Serikat. Diprakirakan mobil listrik murah ini bakal dipasarkan di Amerika pada tahun ini, tepatnya pada kuartal keempat 2023.
Mobil ini dianggap menghemat biaya produksi karena menggunakan baterai tabless 4680. Teknologi baterai terbaru ini telah dibuka oleh Tesla pada Battery Day pada September 2020.
Sekdar informasi, sel baterai ini punya keunggulan pada kepadatan energi hingga lima kali lipat namun punya daya enam kali lipat atau 16% lebih besar.
(Citra Dara Vresti Trisna)