Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PO Bus yang Diprediksi Akan Bangkrut, Telat Peremajaan Armada

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 10 Februari 2023 |19:46 WIB
PO Bus yang Diprediksi Akan Bangkrut, Telat Peremajaan Armada
Ilustrasi. (Foto: Dok.Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Persaingan perusahaan otobus kian ketat. Semakin banyak pendatang baru yang menawarkan bus dengan fasilitas jempolan. Tidak heran jika banyak perusahaan otobus yang diprediksi bangkrut dalam waktu dekat.

Untuk diketahui, penyebab sejumlah PO bus ini bangkrut cukup beragam. Namun, yang paling banyak adalah karena mereka terlambat melakukan peremajaan armada serta manajemen yang kurang baik.

Lantas, PO bus mana saja yang diprediksi bangkrut? Berikut adalah daftarnya, seperti dilansir dari berbagai sumber, Jumat (10/2/2023).

1. Putri Jaya

Di urutan pertama ada Putri Jaya. PO bus asal Brebes, Jawa Tengah ini sebenarnya sempat eksis pada tahun 1995-an dan sangat diminati masyarakat setempat lantaran ketepatan waktunya dan kecepatannya ke tujuan.

Namun, pada tahun 2015, PO Putri Jaya mulai meredup dikarenakan banyak PO bus baru yang membuka trayek dengan jalur yang sama hingga akhirnya Putri Jaya hanya mampu mengoperasikan 7 armada bus saja.

2. PMTOH

PMTOH merupakan kependekan dari Perusahaan Motor Transport Ondernemer Hasan. Ini adalah perusahaan jasa transportasi angkutan penumpang darat yang berasal dari Aceh dan telah berdiri sejak tahun 1957.

PO ini melayani banyak rute dari Aceh ke Medan dan Pulau Jawa. Tapi belakangan armada PMTOH banyak yang belum mendapat peremajaan. Bus PMTOH terlihat tua dan tampak tidak layak pakai.

3. Aladdin

Aladdin yang merupakan perusahaan otobus asal Ciamis ini pernah berjaya di era 1980-1990-an. Akan tetapi karena terjadi krisis moneter PO Aladdin akhirnya mengalami kemunduran yang sangat signifikan.

Parahnya lagi trayek yang dilalui Aladdin kini sudah padat dengan PO-PO lainnya seperti Budiman dan Primajasa yang memaksa Aladdin membagi penunpangnya. Saat ini Aladdin melayani rute Tasik-Cirebon-Semarang dengan menggunakan bus tiga per empat.

4. Madona

Semula PO Madona merupakan PO bus favorite bagi warga Karang Ampel. Tapi seiring berjalannya waktu, saingan mulai memberikan fasilitas yang lebih untuk kenyamanan penumpang sementara Madona masih menawarkan fasilitas itu-itu saja.

Semua bus Madona beroperasi di kelas ekonomi atau non AC. Meskipun bus ini terkenal cepat, namun rupanya Madona tidak diminati lagi oleh masyarakat karena dinilai tidak bisa memberi fasilitas yang layak.

5. Menara Jaya

Menara Jaya dahulu merupakan bus yang cukup dikenal di daerah Pemalang, Jawa Tengah. Tetapi sekarang bus Menara Jaya hanya bisa dilihat hanya di jam-jam tertentu saja karena armadanya kini sangatlah terbatas.

Selain armadanya yang sedikit, bus Menara Jaya juga tampak tua dan bahkan ada beberapa orang yang memberikan julukan bahwa bus Menara Jaya merupakan rongsokan. Hal ini yang membuat nama Menara Jaya mulai meredup.

6. Santoso

Santoso adalah PO asal Magelang yang berdiri pada tahun 70-an. PO yang didirikan oleh seorang dokter ini punya trayek andalan, yakni Jogja-Semarang. Hingga pada tahun 2000-an eksistensi PO ini mulai redup karena banyak trayek yang membuka trayek yang sama dan memilih bus lain.

7. Merdeka

Pada tahun 70-an, PO Merdeka sempat membuka trayek Ciamis-Sumatera, tepatnya ke Pekanbaru dan Padang. Trayek tersebut membuat PO ini menjadi pemilik jalur terpanjang di Jawa Barat.

PO yang didirikan oleh Suherman ini memulai usaha transportasi bus dengan lima armada. Namun, seiring waktu, masalah ekonomi membuat PO ini menutup jalur Sumatera. Keterlambatan armada juga membuat PO ini tertinggal dengan PO lainnya.

8. Coyo

Coyo merupakan PO bus yang bermarkas di Semarang. PO Coyo merupakan salah satu PO yang cukup legendaris di Jawa Tengah karena merupakan salah satu yang tertua. PO ini paling disukai oleh penumpang dengan kelas patas karena terkenal tepat waktu.

Hingga pada akhirnya mulai bermunculan PO baru dan membuat PO ini semakin ditinggalkan penumpang. Meski masih beroperasi, namun banyak bus di PO ini yang dianggap ketinggalan zaman sehingga penumpang memilih bus lain.

9. Goodwill

Bus Goodwill sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Bandung. PO ini punya trayek dari Bandung-Purwokerto. Bus dengan ciri khas warna merah ini berdiri pada tahun 70-an. Orang yang mendirikan PO ini adalah warga keturunan Jerman.

Salah satu masalah yang kerap dihadapi oleh penumpang bus ini adalah bus terlalu banyak mengangkut penumpang sehingga membuat penumpang merasa tidak nyaman.

(Citra Dara Vresti Trisna)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement