JAKARTA - Pernyataan hubungan sumai istri merupakan obat manjur untuk menghilang setres mungkin terdengan "liar", namun Alquran dan sains membenarkan pendapat tersebut.
Bukan hanya menurut psikolog atau para dokter, Islam pun membenarkan hal tersebut. Di dalam Alquran dijelaskan di sana bahwa hubungan suami istri merupakan peredam ketegangan jiwa yang paling efektif.
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS. ar-Rum: 21).
Karena itulah, perempuan juga disebut menenangkan, karena jiwa tenang bersamanya. Diterangkan lebih lanjut perihal hubungan suami istri dalam buku Fiqih Cinta karya Abdul Aziz Ahmad, dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas ra. dari Rasulullah, beliau bersabda;
"Tidak ada yang diinginkan oleh dua orang yang saling mencintai selan menikah."
Menurut Ibn Qayyim al-Jauziyyah, para ahli ilmu kedokteran dan cendekiawan lain di zamannya telah sepakat mengenai konsensus pengobatan, bahwa kesembuhan dari racun cinta adalah dengan pertemuan suami istri dan melekatkan keduanya dalam hubungan intim.
Diriwayatkan oleh Muslim di dalam sahihnya dari hadist Abu Zubair dari Jabir ra. bahwa suatu Rasulullah memandang seorang perempuan asing, lalu beliau menemui Zainab untuk memuaskan hasrat birahinya kepadanya.
Lalu, Rasulullah bersabda, "Seorang perempuan saat menghadap akan terlihat seperti rupa setan. Jika salah seorang dari kalian memandang perempuan, lalu ia mengaguminya, maka temuilah istrimu, karena hal itu dapat menolak (racun) yang ada pada dirinya.
(Ahmad Muhajir)