SELAMA ini OnlyFans jadi aplikasi layanan dan bisnis bagi pekerja seks. Aplikasi ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2016, hingga saat ini OnlyFans jadi ladang basah para artis dewasa, bintang majalah dewasa, bahkan bintang porno.
Banyak informasi menjelaskan, layanan konten ini merupakan wadah bagi pekerja seks, karena pengguna aplikasi tersebut bisa mendapatkan uang banyak dengan menjual konten vulgar.

Dilansir dari Mashable, saat ini OnlyFans melarang konten yang berbau pornografi dan seksual secara eksplisit. Pedoman tersebut berisikan peraturan bahwa seorang content creator tidak boleh membuat konten mencakup foto dan video, yang berisi hubungan seksual, masturbasi, dan konten vulgar lainnya.
Pada dasarnya, aturan tersebut melarang tindakan seks di mana content creator yang menetapkan batasannya sendiri. Namun penggemar masih bisa melihat bagian tubuh tertentu dengan cara yang tampaknya bisa diterima oleh kebijakan perusahaan tersebut.
Terkait kebijakan barunya, para pekerja seks mendiskusikan untuk pindah ke platform baru di media sosial.
(Dyah Ratna Meta Novia)