Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lumba-Lumba Ikonik di Pelabuhan Irlandia Dilaporkan Hilang

Felix Refialdo Handono , Jurnalis-Rabu, 21 Oktober 2020 |19:07 WIB
Lumba-Lumba Ikonik di Pelabuhan Irlandia Dilaporkan Hilang
Fungie si lumba-lumba kesayangan publik Pelabuhan Dingle, Irlandia. (Foto: Twitter @DinglePeninsula)
A
A
A

LUMBA-lumba bernama Fungie yang menjadi ikon di Pelabuhan Dingle, County Kerry, Irlandia, dilaporkan hilang. Hal ini pun menghebohkan penduduk di sana. Pasalnya, Fungie sangat akrab dengan warga di sana. Selama ini ia dianggap lebih dari sekadar hewan lucu, tapi juga sahabat sekaligus penghibur orang-orang di sana.

Lumba-lumba hidung botol ini pertama kali terlihat pada 1983. Ia pun langsung menjadi fokus dari seluruh industri pariwisata di sana. Fungie juga yang membawa kota nelayan tenang ini menjadi terkenal.

Jurnalis Sean Mac an tSithigh yang berasal dari Dingle mengatakan mamalia laut kecil itu lebih dari sekadar pemberi atraksi turis dan orang-orang yang tinggal di sana.

"Paddy Ferriter, penjaga mercusuar tua yang tinggal di tepi pelabuhan, adalah orang pertama yang melihat lumba-lumba," kata Sean yang bekerja untuk kantor penyiaran Irlandia RTE dan TG4, sebagaimana dikutip dari BBC, Rabu (21/10/2020).

"Hampir sejak awal dia memiliki keinginan untuk berinteraksi dengan manusia," kata Sean.

Baca juga: Perusahaan Ini Bikin Robot Mirip Hewan Asli untuk Taman Wisata 

Padraig Whooley, petugas untuk Grup Paus dan Lumba-Lumba Irlandia (IWDG), mengatakan Fungie adalah lumba-lumba hidung botol yang sangat berbeda.

"Bukan hal yang tidak biasa bagi mereka untuk mencari suatu daerah dan tinggal di sana sementara waktu, tetapi menghabiskan hampir seluruh kehidupan dewasa mereka di satu pelabuhan kecil benar-benar luar biasa," katanya.

Fungie si lumba-lumba kesayangan publik Pelabuhan Dingle, Irlandia. (Foto: Twitter @DinglePeninsula)

Pada 2019, Fungie dinobatkan sebagai lumba-lumba soliter tertua di dunia oleh Guinness Book of World Records.

Nuala Moore, seorang perenang dari Dingle, menggambarkan Fungie sebagai teman latihannya. Dia mulai berenang pada usia 4 tahun, jadi selama hidupnya telah berada di sana.

Ia sangat menghargai Fungie selama 10 tahun terakhir karena selalu terlibat dalam acara renang air dingin.

"Itu adalah kolam renang saya dan memiliki hewan bernapas hidup lainnya di sana yang berlari sendirian dengan Anda di musim dingin adalah perasaan yang menyenangkan, hanya saja ada orang lain yang bernapas dengan Anda di dalam air," katanya.

Baca juga: Ditemukan Lokasi Pembibitan Hiu Megalodon Berusia 24 Juta Tahun 

Ada beberapa teori mengapa Fungie memilih Dingle sebagai rumahnya. "Beberapa mengatakan dia mungkin yatim piatu, ibunya meninggal di laut. Dia datang ke pelabuhan dengan perasaan itu adalah tempat yang aman," kata Sean.

Padraig Whooley mengatakan ada kemungkinan Fungie berusia 5 hingga 10 tahun ketika pertama kali terlihat di Dingle.

Sean (42) yang berusia lima tahun ketika Fungie tiba mengatakan ada gra yang luar biasa (kata dalam bahasa Irlandia untuk 'cinta') bagi lumba-lumba kecil di tempat itu.

Dia mengatakan Fungie telah menjadi bagian dari budaya dan bagian dari identitas Dingle, bagian dari jalinan dan cerita kota.

"Dia dikenal di seluruh dunia, dan karena Fungie dikenal, Dingle dikenal. Dia merupakan sumber kebanggaan besar bagi kami yang tinggal di sini," tambahnya.

"Pada tahun '80-an, kondisi ekonomi di Irlandia cukup buruk, Fungie membangkitkan minat di daerah itu dan turis datang."

Baca juga: Ini yang Membuat Kepala Burung Hantu Bisa Berputar 270 Derajat 

Ada 12 perahu yang beroperasi setiap hari, serta toko suvenir dan pub yang menggunakan julukannya. Tapi apa yang terjadi padanya?

"Dia sedang menuju masa senja hidupnya, tetapi sangat tidak biasa baginya untuk pergi selama ini," kata Sean.

"Dia menghilang dalam waktu yang sangat singkat di masa lalu, mungkin paling lama sehari."

Dia menambahkan bahwa banyak harapan Fungie tetap hidup. Diperkirakan ia sedang menjalankan aktivitas laut. Mungkin saja pergi mencari pakan.

Pekan lalu, seekor lumba-lumba bungkuk dan beberapa kawanan lainnya datang sangat dekat ke pantai.

Bisa saja karena hal ini membuat Fungie bersembunyi, mengisolasi diri dari orang asing. Sebab, lumba-lumba hidung botol dikenal sebagai makhluk soliter.

Baca juga: Hewan Kecil Pika Dapat Beradaptasi dengan Perubahan Iklim 

Sebuah tim penyelam telah melakukan pencarian ekstensif dan perahu-perahu terus melakukan pencarian yang meliputi hamparan laut sepanjang 12 kilometer (7,4 meter) di sepanjang pantai barat Kerry.

Nelayan yang terbiasa dengan pemandangan Fungie merasa sangat kehilangan. Salah satu nelayan yang ditemui Sean pada akhir pekan menyimpulkannya dengan satu kalimat: "Dia memberi begitu banyak namun meminta sangat sedikit."

(Hantoro)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement