JAKARTA – Google mengungkapkan, pihaknya telah mengeluarkan total dana sebesar USD6,5 juta atau sekitar Rp88,6 miliar untuk membayar orang-orang yang menemukan bug atau celah keamanan dalam software Google pada 2019. Secara keseluruhan setidaknya ada 461 orang yang telah menerima hadiah uang dari program Bug Bounty Google pada tahun tersebut.
Dilansir dari Digitaltrends, pada tahun lalu, pembayaran tunggal terbesar yang telah diberikan Google ialah sebesar 201 ribu Dolar Amerika, namun pihak Google menolak untuk memberikan rincian terkait bug yang ditemukan. Google menyatakan bahwa pihaknya selama 2019 telah mengeluarkan total hadiah sebesar 6,5 juta Dolar Amerika, dua kali lebih besar dibanding tahun sebelumnya.
Jumlah ini meningkat karena Google secara bertahap memperluas cakupan programnya untuk mencakup produk tambahan, termasuk Chrome, Android, dan aplikasi-aplikasi pihak ketiga yang populer di Google Play.
Program ini ditujukan kepada para peretas topi putih atau white hat hacker. Peretas topi putih tersebut diminta untuk memeriksa kode di perangkat lunak dalam mencari kerentanan yang dapat dieksploitasi oleh peretas jahat dengan konsekuensi yang besar bagi perusahaan.
Sejak diluncurkan pada 2010, program ini telah mengeluarkan biaya sebesar 21 juta Dolar Amerika. Banyak perusahaan teknologi besar juga mengoperasikan program bug bounty serupa dalam upaya menjaga perangkat lunak perusahaan-perusahaan tersebut tetap aman dan terlindungi.
Itu sebabnya perusahaan raksasa teknologi seperti Google, Apple, dan Microsoft siap membayar sejumlah uang yang besar bagi yang menemukan kelemahan pada perangkat lunak perusahaan-perusahaan itu.
(Gabriel Abdi Susanto)