Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gara-Gara Satu Perangkat Ini, 10 Juta Unit Mobil Kena Recall

Medikantyo , Jurnalis-Jum'at, 10 Januari 2020 |10:58 WIB
Gara-Gara Satu Perangkat Ini, 10 Juta Unit Mobil Kena Recall
Recall airbag Takata (foto: Ist)
A
A
A

LOS ANGELES -Airbag merupakan perangkat penting yang ada di mobil untuk mendukung keselamatan pengemudi dan penumpang di dalam mobil ketika terjadi kecelakaan. Namun gara-gara satu perangkat keamanan ini, sebanyak 10 juta unit mobil terkena kampanye recall, seluruh mobil terdeteksi di wilayah Amerika Serikat.

Jumlah mobil terkena recall tersebut diungkap,  Lembaga Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Nasional Amerika Serikat (NHTSA). Temuan lembaga itu menunjukkan fakta baru perjanjian penggantian komponen airbag Takata pada 2015 tidak berjalan sempurna.

Airbag Takata

Berjarak lima tahun dari perjanjian tersebut, NHTSA justru mengeluarkan peringatan untuk penarikan kembali (recall) kepada kendaraan dengan perangkat airbag dimaksud. Notifikasi dari lembaga baru itu, disebabkan proses pemasangan perangkat pengganti yang tidak sempurna dari Takata.

 Airbag Takata

Perkiraan jumlah kendaraan yang terdampak dari keluarnya notifikasi recall ini, bisa mencapai 10 juta unit. Namun kebijakan terbaru NHTSA menyarankan pihak produsen, untuk melakukan verifikasi kendaraan tertentu yang masih memiliki risiko bahaya meledaknya perangkat airbag dalam situasi darurat.

Pengumuman resmi dari NTHSA sendiri telah mencantumkan merek serta produsen kendaraan yang berpotensi terkena recall seperti Audi, BMW, Honda, Ford, General Motors, Subaru, dan Toyota. Namun terdapat juga produsen yang menganggap recall terbaru ini tidak perlu dilakukan.

Keputusan untuk menunda penarikan ulang itu salah satunya disampaikan oleh produsen Fiat Chrysler Automobiles (FCA). Melalui keterangan resmi yang dilansir dari laman Car and Driver, FCA menyebut jajaran kendaraan dalam daftar penarikan terbaru NHTSA sudah mendapat panggilan perbaikan pada periode sebelumnya.

 Airbag Takata

Sejumlah negara juga mengeluarkan peringatan terkait masalah airbag Takata pada tahun lalu. Kementrian Transportasi Jepang misalnya, diketahui mengirimkan perintah penyelidikan potensi insiden kepada tujuh produsen terkait sejumlah model kendaraan keluaran 1995 sampai 1999. Kerusakan airbag itu diduga bisa melontarkan serpihan besi ke arah pengendara.

Pengiriman perintah penyelidikan itu dilakukan berdasar kasus kecelakaan di Australia, yang mengakibatkan korban jiwa. Insiden kecelakaan itu dikjetahui memunculkan gejala malfungsi pada perangkat airbag, sehingga terjadi ledakan serta melontarkan serpihan besi kepada pengguna mobil.

(Mufrod)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement