JAKARTA - Genangan air yang terjadi akibat hujan berkepanjangan pada hari pertama 2020, membatasi gerak pengendara kendaraan bermotor. Keputusan untuk menerjang banjir bahkan dilakukan oleh pengguna mobil di beberapa ruas jalan, untuk tetap dapat sampai di tujuan lokasi beraktivitas.
Perlu tetap diingat, memutuskan berkendara dengan melalui genangan air membutuhkan kewaspadaan dan perhitungan ekstra. Apalagi pengaruh menerobos banjir terhadap kondisi kendaraan, utamanya secara teknis, dalam jangka waktu panjang nantinya.

Pertimbangan utama bagi pemilik mobil dalam melalui kondisi banjir, adalah perbandingan genangan air dengan posisi mesin kendaraan. "Paling maksimal pastikan bagian saluran udara (air intake) pada mesin tidak ikut terendam sehingga kemasukan air," ujar Technical Service Division Head Astra Daihatsu Motor (ADM), Anjar Rosjadi.
Masuknya air ke dalam saluran udara bahkan rangkaian mesin, bisa menyebabkan kerusakan serius. Air yang masuk dalam ruang mesin bisa memberi tekanan kepada piston, menggantikan udara yang seharusnya terkompresi sehingga mengakibatkan bengkoknya setang piston.
Risiko lain adalah tercampurnya air dalam sistem pelumasan mobil, yang berdampak pada penurunan kinerja. Kemungkinan mobil mengalami kendala tersebut bertambah jika pengemudi melaju dalam kecepatan tinggi saat menerobos banjir. "Bahkan bisa berdampak pada pengendara lain karena gelombang air yang ditimbulkan," ucap Anjar.
Mengurangi kecepatan kendaraan saat menerobos banjir, berpengaruh juga pada kemampuan pengemudi mengendalikan kendaraannya. Karena, terendamnya kaki-kaki mobil saat menerobos genangan air juga membuat kondisi pengereman menurun.

Selepas melewati genangan air, pengendara juga dapat melakukan pemeriksaan pada bagian bawah mobil. "Terlepas dari penggunaan lapisan pelindung, pengguna mobil bisa mengecek adanya obyek sampah atau kotoran yang tersangkut. Kalau dirasa mengganggu bisa dibersihkan segera," ujar Anjar.
(Mufrod)