MOSKOW - Penggunaan fitur pengemudi otomatis (Autopilot) pada unit Tesla Model 3, menjadi awal dari kecelakaan parah di Moskow Rusia. Pengendara bernama Alexei Tretyakov mengalami luka parah akibat insiden yang berlangsung pada akhir pekan lalu.
Seperti dilansir oleh Reuters, Alexei mengaku mengaktifkan sistem bantuan pengemudi otomatis pada mobilnya jelang tabrakan. Meski, masih meletakkan tangannya pada setir, untuk menjaga kendali atas mobil nahas itu.
Dalam pengakuannya pula, laju mobil tersebut mencapai sekitar 100 km/jam ketika mengemudi dengan bantuan sistem tersebut. Kendaraan tersebut menabrak sebuah truk yang tengah terparkir di pinggir jalan, hingga akhirnya meledak dan terbakar.

Rekaman dari saluran televisi setempat menunjukkan setidaknya terjadi dua ledakan, usai mobil tersebut mengalami benturan. Jeda antar ledakan berlangsung hanya dalam beberapa detik, hingga akhirnya api yang berkobar membakar seluruh komponen mobil.
Tesla sendiri mengimbau kepada pengguna Model 3 untuk tetap menjaga kendali mobil dalam situasi Autopilot. Hal tersebut bisa dilakukan dengan membelokkan arah kemudi dengan gerakan perlahan, agar sistem tetap mengenali adanya pengemudi.
Kejadian ini bukanlah insiden pertama yang terjadi melibatkan sistem bantuan pengemudi mobil keluaran Tesla tersebut. Petinggi perusahaan tersebut mengaku masih perlu mengembangkan piranti lunak terbaru, untuk bisa sepenuhnya meningkatkan fitur autopilot tersebut.

Sedan listrik keluaran Tesla ini memiliki kemampuan untuk menempuh jarak setidaknya 211 kilometer pada tipe standar. Hal tersebut didukung dengan paket baterai dengan daya sebesar 50 kWh yang menggerakkan sebuah motor listrik berkekuatan optimal 283 hp.
(Mufrod)