JAKARTA - Tim pencari dan penyelamat untuk kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 telah berhasil menemukan black box pada 1 November 2018. Black box atau kotak hitam memang dikenal sebagai unit memori yang tidak mudah hancur dalam kecelakaan
Alat ini bahkan mampu dapat menyimpan informasi penting dalam pesawat dan nantinya mampu menilik alasan dibalik kecelakaan tersebut. Akan tetapi baterai yang menghidupkan suar pencari mereka hanya berlangsung selama sekitar 30 hari. Sehingga jika lewat dari waktu tersebut penemuan akan sedikit sulit. Kali ini Okezone akan membahas lebih dalam mengenai alat tersebut, berikut ulasannya seperti dilansir dari laman Independent, Jumat (2/11/2018).

Baca Juga: Mozilla Firefox Lite Tawarkan Kecepatan Browsing hingga Hemat Data
Apa itu kotak hitam?
Kotak hitam adalah perangkat khusus yang dirancang untuk merekam saat-saat terakhir penerbangan dan mampu bertahan dari cuaca panas yang ekstrim serta tekanan. Biasanya ada dua kotak hitam yang terletak di bagian belakang pesawat.
Masing-masing merekam aliran informasi yang pertama, Cockpit Voice Recorder (CVR), menyimpan dua jam terakhir percakapan di kokpit. Kedua yakni Flight Data Recorder (FDR), yang menyimpan kumpulan data yang lebih besar yang menguraikan ketinggian, kecepatan udara, dan arah penerbangan selama 25 jam terakhir.
Perekam modern mencakup lebih banyak data tentang segala sesuatu mulai dari tingkat bahan bakar hingga posisi flap sayap.
Terbuat dari apa?
Alat ini sejatinya merupakan sebuah silinder baja yang berisi papan memori yang menyimpan data aktual. Ini menghubungkan ke berbagai kompresor audio yang megalirkan informasi ke jantung kotak hitam.
Ada berbagai lapisan bahan yang melindungi papan memori ini, dengan lapisan luar yang terbuat dari baja atau titanium yang menutupi lapisan-lapisan silika kering (untuk melindungi dari panas) dan aluminium di bagian dalam.
Seberapa tangguh Black Box?

Untuk menguji kemampuan bertahan hidup para insinyur kotak hitam menjalani serangkaian tes. Tak tanggung, pengujian tersebut diantaranya dengan menghancurkan alat dengan tekanan hingga 5.000 psi.
Kemudian juga menembakannya ke bawah meriam udara untuk menciptakan kekuatan impak sebesar 3.400 Gs dan membakarkan dalam api selama satu jam di suhu 1.100 derajat Celcius. Untuk menguji kemampuan unit untuk bertahan hidup dalam air, mereka juga menenggelamkannya dalam tangki air asin bertekanan selama 24 jam dan tangki tanpa tekanan selama 30 hari.
Baca Juga: 4 ponsel yang Bakal Meluncur November 2018
Apakah Black Box sudah canggih?
Meskipun black box mampu bertahan dalam kondisi apapun. Namun, tampaknya alat tersebut membutuhkan beberapa penyegaran dalam teknologi. Pasalnya, black box masih belum secanggih samrtphone.
Ponsel pintar mampu merekam berjam-jam video dan mengirimkannya ke perangkat lain. Sayangnya hal tersebut masih belum ada dalam black box pesawat komersil.
Menurut Profesor Krishna Kavi dari University of Texas mengatakan jika kasus kecelakaan MH370 dan kecelakaan JT610 mungkin membantu mendorong industri ini untuk bertindak, akan tetapi perubahan kemungkinan akan lambat.
(Ahmad Luthfi)