Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada-Ada Saja! Niat Tambal Bug, Uang Virtual Senilai Rp4 Triliun Malah Hilang, Kok Bisa?

Moch Prima Fauzi , Jurnalis-Jum'at, 10 November 2017 |12:00 WIB
Ada-Ada Saja! Niat Tambal <i>Bug,</i> Uang Virtual Senilai Rp4 Triliun Malah Hilang, Kok Bisa?
(Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Mata uang virtual (cryptocurrency) lebih dari USD300 juta atau lebih dari Rp4 triliun hilang setelah pengembang tidak sengaja mengunci dana tersebut.

Mata uang virtual yang hilang itu berupa ether, yakni alat pembayaran virtual semacam bitcoin yang didistribusikan oleh Ethereum. Uang virtual itu disimpan melalui dompet virtual "multi-signature" yang dikembangkan oleh Parity.

Pada Selasa, 7 November 2017, Parity mengungkap bahwa terdapat sebuah bug yang memungkinkan peretas untuk menggondol uang senilai USD32 juta (sekira Rp43 miliar) di dompet multi-signature.

Baca juga: Ada-Ada Saja! Nih Aplikasi Teraneh yang Banyak Diunduh Pengguna Smartphone

Dompet itu sendiri membutuhkan lebih dari satu pengguna untuk memasukkan kunci mereka sebelum dana dapat ditransfer. Saat memperbaiki bug di dompet tersebut, ternyata teknisi Parity tak sengaja malah meninggalkan bug lain.

Akibatnya, dompet multi-signature yang awalnya membutuhkan kunci di lebih dari satu pengguna, kini bisa terbuka dengan pengguna tunggal, atau dengan satu kunci saja. Kejadian ini baru diketahui saat ada pengguna dengan ID develops199 yang tak sengaja membekukan dana tersebut.

Dikutip dari The Guardian, Jumat (10/11/2017), saat berusaha memperbaiki kesalahan tersebut, Parity malah menghapus kode yang telah mentransfer kepemilikan dana. Hasilnya, alih-alih bisa mengembalikan uang yang digondol peretas, mereka malah membekukan dana yang lebih besar.

Baca juga: Konyol! Gara-Gara Emoji Hamburger Netizen Terlibat Debat Kusir

Pengguna develops199 secara tidak sengaja mencuri ratusan dompet secara bersamaan dan kemudian merasa panik saat mencoba mengembalikan uang tersebut. Sementara pihak Parity masih mendalami kejadian ini.

"Kami menganalisis situasi dan akan segera merilis update dengan rincian lebih lanjut," kata Prity dalam pernyataam resminya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement