Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Marak Konten Dewasa, Youtube for Kids Diprotes Netizen

Tachta Citra Elfira , Jurnalis-Selasa, 07 November 2017 |21:10 WIB
Marak Konten Dewasa, Youtube for Kids Diprotes <i>Netizen</i>
Ilustrasi Foto: Shutterstock
A
A
A

NEW YORK – Aplikasi Youtube for Kids versi situs berbagi video Google yang seharusnya ramah keluarga, ternyata banyak diprotes para orangtua setelah terdapat konten yang mengganggu.

Dilaporkan New York Times yang dikutip dari Techspot, Selasa (7/11/2017), video aneh tersebut sering menampilkan tiruan karakter anak-anak yang terkenal sehingga menimbulkan trauma bagi anak-anak.

Diperkenalkan pada 2015, aplikasi Youtube for Kids memungkinkan anak-anak melihat saluran dan daftar putar dari kategori yang mencakup pertunjukan, musik, dan pembelajaran.

Aplikasi ini diubah dengan fitur baru dan keamanan yang ditingkatkan. Saat mengumumkan pembaruan, Google telah memperingatkan bahwa meskipun ada sistem untuk mencegah materi tertentu masuk ke aplikasi, beberapa konten dewasa bisa berhasil masuk karena video tersebut tidak ditinjau secara manual. Ini memberikan orangtua perlu lebih berhati-hati agar anak-anak tak menemukan sesuatu yang berbahaya (konten).

Namun, algoritma yang akan memutuskan apakah video yang diunggah ke Youtube cocok untuk Youtube for Kids. Kepala konten keluarga dan pembelajaran global Youtube, Malik Ducard, mengatakan bahwa video yang disetujui terus dipantau, hal itu merupakan sebuah proses yang berlapis-lapis dan menggunakan banyak pembelajaran mesin.

Tetapi, seperti yang telah terlihat sebelumnya, algoritma tak bekerja dengan sempurna. Meski begitu, masalah tersebut bukan lah hal besar. Dalam 30 hari terakhir, kurang dari 0,005% video yang dilihat di aplikasi telah dihapus karena tidak sesuai dan perusahaan berusaha mengurangi angka tersebut lebih jauh.

"Kami menggunakan kombinasi pembelajaran mesin, algoritma, dan komunitas untuk menentukan konten di aplikasi dan konten mana yang menjalankan iklan. Kami setuju bahwa konten ini tidak dapat diterima dan berkomitmen untuk membuat aplikasi menjadi lebih baik setiap hari," kata juru bicara YouTube.

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement