JAKARTA - Bukan rahasia lagi bahwa Bos SpaceX dan Tesla, Elons Musk, memiliki kekhawatiran akan kecerdasan buatan (AI). Saking takutnya akan kekuatan AI, Musk bahkan mengatakan bahwa teknologi itu bisa memicu Perang Dunia III.
Nah, baru-baru ini Musk juga memiliki masalah yang sama terhadap kamera bikinan Google. Sebagaimana diketahui beberapa waktu lalu Google merilis kamera tersebut bersamaan dengan smartphone Pixel 2 dan Pixel 2 XL.
Kamera yang dinamakan Google Clips itu memang ditenagai oleh kecerdasan buatan. Itulah sebabnya, Musk tampak tak senang dengan kamera tersebut. Seperti yang terlihat dalam kicauan situs The Verge di Twitter.
Baca juga: Wih... Suara Google Assistant Akan Terdengar Lebih Manusiawi
"Kamera baru Google menggunakan AI (artificial intelligence) agar secara otomatis memotret kehidupanmu," tulisnya.
Kicauan tersebut lantas dibalas oleh Elon Musk yang mengatakan "Ini bahkan tak *tampak* bersalah." Respons Musk itu terlihat sudah dijawab 700-an netizen, di-retweet 4000 lebih dan disukai lebih dari 28 ribu kali.
Clips memang menggunakan kecerdasan buatan agar secara instan mengenali wajah pemiliknya dan orang-orang yang dekat dengan pemilik. Ketika Clips mengenali wajah orang yang dimaksud, kamera ini akan langsung mengambil foto secara diam-diam.
Meski telah ditambahkan lampu LED saat kamera itu menyala, namun cara itu masih memungkinkan orang-orang tak menyadarinya saat mereka sedang dipotret.
Baca juga: Kamera Mungil Google Bisa Dipakai untuk Mata-Mata, Benarkah?
Google tak langsung membalas kicauan tersebut. Namun berdasarkan laman CNet, Selasa (10/10/2017), seorang juru bicara Google memberikan penjelasannya.
"Clips adalah sebuah kamera dan dibuat sengaja digunakan untuk menangkap lebih banyak momen - 7 detik klip- orang-orang yang penting bagi Anda," ujar juru bicara tersebut.
"Semua pembelajaran mesin terjadi di kamera dan Clips tidak terhubung ke internet untuk mentransfer konten. Dan, sama seperti (kamera) point-and-shoot apapun, tidak ada yang tertinggal di kamera sampai Anda memutuskan untuk menyimpannya dan membaginya," imbuhnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)