LONDON - Sejak 1970-an sebuah suara misterius atau dengungan terdengar dari sebuah stasiun radio Rusia. Suara tersebut datang bersamaan dengan rangkaian kata dan juga kode intermiten.
Stasiun yang dikenal sebagai ‘The Buzzer’ atau ‘MDhB’ dapat dilacak sampai ke tengah rawa Rusia dekat St. Petersburg. Namun, siapa yang menyiarkan suara aneh tersebut masih menjadi sebuah misteri.
Dikutip dari Dailymail.co.uk, banyak teori yang mulai bermunculan, mulai dari kode yang dikirim oleh militer Rusia sampai pesan yang dikirim oleh alien. Buzzer adalah stasiun radio gelombang pendek yang tidak diketahui asal mulanya.
Buzzer pertama kali diperdengarkan pada akhir 1970-an dan rekaman pertama kali pada 1982. Suara aneh tersebut berubah dari tahun ke tahun yang bercampur dengan suara seseorang yang sedang membacakan sebuah pesan.
Suara tersebut keluar dari frekuensi biasanya yaitu 4625 kHz, hal tersebut membuat semua orang di seluruh dunia dapat mendengar suara aneh tersebut. Transmisi yang digunakan tampaknya berasal dari daerah rawa dekat St. Petersburg, tetapi tidak ada yang mengetahui siapa yang memainkan suara aneh tersebut.
“Sama sekali tidak ada informasi dalam sinyal tersebut,” ungkap Profesor David Stupples, seorang ahli sinyal intelejen dari City University, London. Frekuensi tersebut seharusnya milik militer Rusia.
Terdapat berbagai macam teori yang muncul, mulai dari alien yang menggunakan frekuensi tersebut untuk berkomunikasi dengan mata-mata militer. Teori lain menyebutkan bahwa Buzzer bertindak sebagai ‘Dead Man’s Switch’.
Jika teori tersebut benar, dalam kasus serangan nuklir melawan rusia, MDZnB akan berhenti menyiarkan suara aneh tersebut dan melancarkan serangan balasan otomatis. Meski tidak ada satupun teori yang terbukti, tetapi Buzz sendiri memiliki beberapa petunjuk.
Sinyal ‘shortwave’ atau gelombang pendek beroperasi pada frekuensi yang relatif rendah dibandingkan sinyal radio lokal, ponsel, atau TR. Saat frekuensi yang digunakan oleh stasiun tersebut memungkinkan transmisi menjangkau jarak yang jauh.
Hal tersebut memungkinkan jaringan militer atau mata-mata global, setidaknya bisa mengirimkan pesan keluar melalui jaringan frekuensi tersebut. Stasiun seperti ini juga sering digunakan sebagai sistem cadangan saat sistem satelit tidak beroperasi.
Teori lain adalah MDZhB digunakan untuk mendeteksi seberapa jauh sebuah rudal berada. Profesor Stupples percaya bahwa gelombang yang dibutuhkan untuk mendeteksi jarak rudal akan terdengar lebih seperti alarm mobil daripada suara dengungan.
Yang lain mengatakan Buzzer sudah terbiasa untuk menginstruksikan jaringan mata-mata Rusia di seluruh dunia. Kode dan angka yang putar sebentar-sebentar tersebut bisa dienkripsi, artinya kode dan angka tersebut bisa diubah menjadi petunjuk untuk mata-mata.
“Jika panggilan telepon ini dienkripsi atau diartikan, Anda akan mendengar ‘……enejekdhejenw……’ tapi kemudian akan keluar dari sisi lain seperti ucapan biasa,” ungkap Profesor Stupples. Ia menambahkan bahwa jenis enkripsi ini akan meninggalkan jejak pada sinyal, yang berarti bahwa stasiun tersebut tidak mungkin menggunakan cara ini.
Sebaliknya, teori yang paling umum dipercayai bahwa Buzzer adalah kombinasi dari dua hal. Pertama, dengungan konstan hanya menjadi penanda atau sebuah cara untuk menghentikan orang lain untuk menggunakan frekuensi tersebut.
Kedua, Rusia menggunakan stasiun tersebut pada saat-saat krisis, yang menginstruksikan jaringan mata-mata dan kekuatan militer di seluruh dunia untuk siaga di wilayah-wilayah tertentu. “Pada 2013 mereka mengeluarkan pesan khusus, ‘COMMAND 135 ISSUED’ yang dikatakan sebagai pesan pengujian untuk kesiapan tempur penuh,” ungkap Maris Goldmanis, seorang penggemar radio.
Terlepas dari semua teori, satu hal tetap yang masih menjadi misteri. Tidak ada yang tahu apa pesannya dan bagaimana memecahkan kode tersebut.
(Ahmad Luthfi)