Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Demi Kembangkan Bisnis Global, Xiaomi Pinjam Rp13 Triliun ke 18 Bank

Tachta Citra Elfira , Jurnalis-Senin, 31 Juli 2017 |20:00 WIB
Demi Kembangkan Bisnis Global, Xiaomi Pinjam Rp13 Triliun ke 18 Bank
Foto : Reuters
A
A
A

BEIJING – Produsen smartphone Xiaomi melalui anak perusahaannya Xiaomi H.K. Ltd mengumumkan telah mengumpulkan USD1 miliar untuk melunasi utang dari 18 bank di berbagai negara.

Dari sejumlah negara tersebut termasuk seluruh Eropa, Timur Tengah, India, China, Hong Kong, dan Taiwan dengan Deutsche Bank dan Morgan Stanley yang mengoordinasikan pengaturan pinjaman tiga tahun tersebut.

Raksasa teknologi asal China yang merek dagangnya populer di sejumlah negara di Asia tersebut telah mengumpulkan sekira USD1,45 miliar untuk membiayai ekuitas dari beberapa nama penting, termasuk Qualcomm Ventures dan IDG Capital.

Baca Juga:  Startup Lokal Dapat Suntikan Dana, Pengamat IT: Indonesia Saat Ini Keranjingan Startup

Hal itu mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapatkan pinjaman sindikasi tiga tahun lagi dari 2014.

“Sindikat global bank papan atas adalah dukungan kuat dari Xiaomi oleh pasar modal internasional,” ujar kepala keuangan Xiaomi, Shou Zi Chew.

CEO Xiaomi Lei Jun juga mengungkapkan bahwa dengan USD1 miliar di bank akan digunakan untuk mengembangkan ritel offline yakni toko batu bata dan mortir yang merupakan prioritas utama pengembangan perusahaan.

Baca Juga: Nih Alasan Banyak Pengguna Android Beralih ke iPhone

Merek dagang Xiaomi telah muncul sebagai kekuatan utama di dunia smartphone sejak 2011, meskipun terus menggoda dengan massa internasional melalui peristiwa peluncuran global yang diakui, smartphone-nya sebagian besar telah dibatasi ke China, India, dan beberapa pasar Asia.

Pada Juni 2017, Xiaomi mengungkapkan bahwa telah mengirim 23,16 juta smartphone pada Q2 2017, meningkat 70% dari kuartal sebelumnya, dan menetapkan rekor baru untuk perusahaan tersebut.

Kesuksesan Xiaomi bukan karena mereka berhasil mencuri pengguna iPhone untuk beralih, namun kejelian mereka melihat angka pengguna ponsel lipat dan meningkatnya masyarakat kelas menengah di China yang membeli smartphone untuk pertama kali.

Dengan strategi menawarkan perangkat yang lebih murah dan lebih baik secara spesifikasi ketimbang apa yang ditawarkan Samsung dan Apple. Tren tersebut bertahan selama 2013 hingga 2014, saat Vivo terus memproduksi perangkat premium, Xiaomi gencar menggempur pasar menengah.

Meskipun Xiaomi sering kali memiliki pertanyaan, apakah mereka akan meluncurkan smartphone secara lebih luas termasuk ke AS, perusahaan tersebut tetap tutup mulut. Namun, tak sedikit yang telah mengindikasikan bahwa hal itu mungkin akan menjadi pertimbangan untuk berkembang di masa depan.

Berbasis di Beijing, Xiaomi telah lama bercabang ke produk dan layanan lain, termasuk skuter penyeimbang, tablet, gelang kebugaran, router, cloud, power bank, dan pembersih udara. Xiaomi juga telah menjual aksesori di AS dan Eropa selama beberapa tahun dan Oktober 2016 ia telah bermitra dengan Google untuk meluncurkan Mi Box Android TV di AS. Demikian dinukil dari Venture Beat, Senin (31/7/2017).

Baca Juga: Keren, Fitur Google Maps Bisa Selamatkan Nyawa Ribuan Orang Lho!

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement