MENLO PARK - Apple sedang dalam perkerjaan untuk memberikan sentuhan akhir pada kampus selanjutnya, yang sementara ini disebut sebagai 'kampus spaceship' dan sekarang secara resmi disebut Apple Park.
Dalam wawancara baru dan tur kampus untuk Wall Street Journal (WJS), Chief Design Officer Apple Jonathan Ive bersama sejumlah pejabat tinggi lainnya mengungkapkan informasi baru dan menarik mengenai tempat kerja masa depan sekira 12.000 karyawan Apple.
Salah satu informasi yang menarik soal kampus baru Apple adalah karyawan harus membayar makan siang mereka di kantin kampus. Terkait dengan kebijakan itu, banyak yang akan berpikir, “Hei, bisakah perusahaan terkaya di dunia ini mampu memberikan makan siang gratis kepada karyawannya yang sangat dihargai?”
(Baca juga: Waduh, di Negara Ini Pamor iPhone Kian Merosot)
Tentu saja bisa, meski ternyata dapur diproyeksikan bisa melayani sekira 14.000 makan siang setiap hari. Tapi seperti kebanyakan hal lain, Apple meninggalkan jejaknya dan ada alasan di balik keputusannya tersebut.
Terdapat hal penting yang perlu dipertimbangkan yakni tarif di kafetaria akan disubsidi, jadi tak seperti harapan Apple untuk menghasilkan keuntungan di samping sini, dengan menjual makan siang kepada para karyawannya. Hal ini artinya, harga di sana akan lebih murah dibandingkan dari biasanya.
Menariknya, Kepala real estate dan pengembangan Dan Whisenhunt mengatakan bahwa Steve Jobs sendiri memiliki kepercayaan bahwa orang tak benar-benar menghargai barang gratisan sangat banyak.
(Baca juga: Waduh, Apple Harus Bayar Rp6,7 Triliun ke Kampus Ini, Ada Apa?)
"Filosofi Steve bahwa ketika orang memiliki skin dalam game, mereka lebih menghargainya," kata Dan Whisenhunt.
Menurut Phone Arena, Jumat (28/7/2017), terkait filosofi Jobs terdapat beberapa kebenarannya. Manusia cenderung mudah menerima barang gratis begitu saja dan sering kali tak menganggapnya bernilai. Sebaliknya, jika harus menginvestasikan sebagian dari uang dengan susah payah, membuat manusia seolah berusaha untuk mendapatkannya.
(Dini Listiyani)