JAKARTA - Saat orang-orang menganggap iPhone sebagai smartphone nomor wahid, di negara ini masyarakatnya justru malah berpaling ke produsen lokal. Penjualan iPhone dilaporkan telah mengalami penyusutan sejak 2016.
Sebagaimana yang diwartakan Phone Arena, Kamis (27/7/2017), pamor Apple di China kian merosot dari 2016 hingga laporan terakhirnya pada kuartal kedua 2017.
Menurut perusahaan analis bernama Canalys, saat ini iPhone berada di urutan kelima sebagai smartphone yang paling banyak digunakan di Negeri Tirai Bambu. Penurunan yang dimulai pada 2016, merupakan pertama kalinya sejak 2012 yang dialami oleh Apple.
Baca juga: Waduh, Apple Harus Bayar Rp6,7 Triliun ke Kampus Ini, Ada Apa?
Kepopuleran iPhone telah digusur oleh smartphone buatan lokal seperti Huawei, OPPO, Vivo, dan Xiaomi. Pada laporan kuartal kedua, Huawei menempati urutan teratas dengan hasil penjualan mencapai 23 juta unit smartphone.
Sementara itu, OPPO berada diurutan kedua yang mampu menjual 21 juta unit smartphone dalam periode April hingga Juni 2017. Vivo, menyusul di tempat ketiga dan Xiaomi diurutan keempat. Keduanya masing-masing menjual 16 dan 15 juta unit smartphone.
Apple berada di urutan kelima. Tapi sayangnya, perusahaan tak membeberkan angka penjualan. Mereka mengungkap bahwa saat ini penjualan di China telah mengalami penurunan tahunan sebesar 14% di periode yang sama.
Baca juga: Keren! Apple Akan Bangun Tiga Pabrik Megah di Amerika Serikat
Meski demikian, penjualan iPhone diharapkan dapat bangkit kembali di periode September hingga Desember 2017. Sebab, di saat itu Apple diperkirakan bakal mengungkap iPhone 8 yang saat ini sedang ditunggu-ditunggu.
Kedatangan iPhone 8 di pasar China diharapkan dapat mendongkrak penjualan tahunan sebesar 13,3% menjadi USD9,96 juta hingga kuartal terakhir tahun ini.
(Kemas Irawan Nurrachman)