WASHINGTON – Tim Cook beserta timnya mengumumkan tambahan baru untuk jajaran perangkat keras mereka yang mencakup iMac, iPad, dan watchOS 4 di Worldwide Developers Conference 2017 lalu di San Jose, California.
Sebenarnya pengumuman perangkat lunak dan aplikasi lain sangat menarik, tetapi yang lebih menonjol adalah dorongan terbaru perusahaan terhadap teknologi artificial intelligence (AI). Tim Cook tertarik untuk menggunakan teknologi tersebut sebab Ai merupakan komponen penting untuk menciptakan asisten pribadi yang lebih cerdas.
Namun, Apple Siri adalah salah satu asisten pribadi pertama di pasar yang telah jatuh di belakang saingannya yakni Asisten Google dan Alexa dari Amazon. Perusahaan menginginkan AI-nya menjadi offline dan bekerja dari perangkat daripada di Cloud, memungkinkan pengalaman yang lebih apik dan personal. Hal ini tampaknya sangat tidak menarik dalam mengumpulkan data pengguna pribadi. Karena dapat menahan laju pertumbuhan AI mereka.
Cook telah bersikeras mengenai privasi pengguna di masa lalu. Kebijakan ‘differential privacy’ perusahaan mengumpulkan informasi hanya jika pengguna memiliknya.
Perbedaan antara Apple dan raksasa teknologi lainnya seperti Google, Amazon dan Facebook adalah bisnis pertama Apple adalah menjadi penjual perangkat keras yang menciptakan perangkat daripada perusahaan yang juga kebetulan mengembangkan perangkat keras.
Hal itu menempatkan Apple dalam posisi unik yaitu mereka tidak harus bergantung pada algoritma yang rumit dan menjual data pengguna kepada pengiklan untuk penghasilan mereka.
Chris Nicholson, CEO Skymind, perusahaan yang menangani machine learning mengatakan,”Cara paling langsung untuk membangun hal baru yang cerdas untuk menangani data pelanggan Anda adalah dengan menggunakan data yang banyak dan sama untuk melatihnya.”
“Semakin banyak data yang Anda miliki, semakin berharga hal yang Anda dapatkan. Google, Amazon, dan lainnya mendapatkan keuntungan dari itu dan Apple tidak,” imbuh Chris.
Siri dapat memilih data dalam telefon dan menawarkan lebih banyak dari dalam ponsel daripada Google Asisten, namun jika menyangkut pembelajaran mesin dan pemahaman kontekstual tentang apa yang dikatakan oleh pengguna, penawaran perangkat Google tersebut lebih jauh di depan. Demikian dinukil dari IBTimes, Rabu (19/7/2017).
(Kemas Irawan Nurrachman)