Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mobil Barunya Habis di Pasaran, Chevrolet Spin Bekas Makin Diburu

Anton Suhartono , Jurnalis-Senin, 01 Agustus 2016 |00:51 WIB
Mobil Barunya Habis di Pasaran, Chevrolet Spin Bekas Makin Diburu
Chevrolet Spin bekas makin diburu (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Gonjang-ganjing penghentian produksi Chevrolet Spin di Indonesia tahun lalu tidak memengaruhi minat sebagian masyarakat untuk memiliki mobil low MPV itu. Mobil bekas Chevrolet Spin justru semakin diminati di pasar mobil bekas.

Ketua Umum Chevrolet Spin Indonesia (CSI) Ian Ananta mengatakan, di awal-awal kisruh penghentian produksi Spin, banyak pemilik yang mau menjual mobil mereka. Ketersediaan suku cadang menjadi alasan utama mereka untuk menjual mobil.

"Pada awalnya memang banyak yang galau, banyak pertanyaan. Tapi kami mencoba berkomunikasi dengan GMI (General Motors Indonesia). Kami juga coba menjembatani, akhirnya kami jelaskan kepada member. Dari situ tidak ada ketakutan lagi. Bahkan ada yang berniat menjual mobilnya, tapi sampai sekarang tidak jadi," jelas Ian kepada Okezone.

Tingginya minat orang untuk memiliki Spin, lanjut dia, tidak terlepas dari jaminan ketersediaan suku cadang sebagaimana dijanjikan agen pemegang merek mobil Chevrolet di Indonesia, GMI. Selain itu, suku cadang yang dijual oleh pihak lain seperti original equipment manufactur (OEM) juga sudah banyak.

“Informasi yang saya dapat pada awal 2016 masih ada diler yang jual Spin yaitu di daerah Bintaro, tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Unitnya sudah habis. Justru sekarang orang mencari yang bekasnya," lanjut Ian.

Ditegaskannya, para pengguna Spin maupun merek kendaraan lain merupakan ujung tombak yang bisa membuat nilai jual kembali sebuah produk terjaga. Saat gonjang-ganjing penghentian produksi ini ramai, kata Ian, harga mobil Spin bekas sempat jatuh. 

Namun setelah itu bisa kembali normal karena banyak pengguna Spin yang tetap mempertahankan kepemilikan. Dari situ muncul kepercayaan publik bahwa tidak ada masalah dengan Spin, meski kendaraan ini sudah tidak diproduksi secara lokal lagi.

“Karena sebagai user atau pemakai, kami punya tanggung jawab menjaga resale value. Yang bisa menjaga hanya user. APM (agen pemegang merek) tidak akan bisa mengatur nilai harga mobil bekas. Jadi kami mencoba menjelaskan kepada mereka kondisinya seperti apa. Jadi tidak perlu takut,” pungkas dia.

(Dian AF)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement