SEOUL – Pada 1996, Motorola meluncurkan ponsel flip pertama mereka yang diberi nama StarTAC Motorola yang kala itu dibanderol seharga USD1000 atau sekira Rp13 juta. Ponsel flip perdana di dunia itu juga merupakan ponsel pertama yang didukung fitur getar di samping nada dering.
Mengutip Phone Arena, Senin (10/8/2015), ponsel flip Motorola StarTAC juga didukung oleh baterai lithium-ion yang saat itu dijual terpisah dari perangkat. Ponsel itu diklaim memiliki baterai yang ringan karena kebanyakan ponsel saat itu masih menggunakan baterai jenis NiMH yang lebih berat.
Sayangnya, di masa kini pamor ponsel flip terus merosot tajam, karena perkembangan desain ponsel yang semakin maju. Meski begitu, di Jepang ponsel flip masih menjadi pilihan banyak orang. Beberapa perusahaan teknologi terkenal bahkan meluncurkan ponsel flip terbaru yang didukung sistem operasi terbaru untuk memenuhi permintaan pengguna di Jepang.
Sebut saja LG yang baru-baru ini merilis ponsel LG Wine Smart atau yang juga dikenal sebagai LG Gentle. LG mengusung seri Wine Smart sebagai ponsel low-end dengan dukungan prosesor Snapdragon 210, RAM 1 GB, layar 3,2 inci, kamera 3 MP, dan RAM 4 GB.
Sebelumnya, Samsung juga telah menghadirkan seri Galaxy Golden 2 pada tahun lalu. Galaxy Golden 2 merupakan ponsel flip dengan layar 3,9 inci yang ditenagai prosesor Snapdargon 801 dan RAM 2 GB, serta didukung kamera 16 MP.
Namun, predikat ponsel flip pertama yang berbasis Android ternyata bukan milik LG maupun Samsung. Pada 2011, perusahaan asal negeri Sakura, Sharp, ternyata sudah terlebih dahulu merilis seri Sharp Aquos 007SH.
Ponsel flip seharga USD490 atau sekira Rp6,6 juta itu didukung oleh layar LCD berukuran 3,4 inci, dengan resolusi 480 x 854 piksel, di bagian luar ponsel itu juga didapati layar OLED berukuran 0,7 inci yang berfungsi untuk menampilkan jam dan notifikasi. Selain itu, Sharp Aquos 007SH juga didukung fitur lainnya seperti kamera 16 MP, GPS, pemutar tv digital, dan menjalankan operasi Android versi 2,3.
(Amril Amarullah (Okezone))