JAKARTA - Bank Negara Indonesia (BNI) akan melakukan pengecekan atas dugaan bocornya data transaksi perbankan ke Badan Nasional Keamanan Amerika Serikat atau National Security Agency (NSA).
Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Tribuana Tunggadewi mengatakan, pihaknya harus mengecek kebenaran informasi tersebut.
“Infonya BNI yang Amerika Serikat atau Indonesia? Kita harus cek dulu, karena semua baik-baik saja,” kata Tribuana Tunggadewi saat dihubungi Okezone, Sabtu (14/3/2015).
Sebelumnya mantan karyawan kontrak NSA, Edward Snowden, membeberkan jika NSA pernah membobol BNI pada 2010. Dokumen tertanggal 13 September 2010 itu menjelaskan, data yang berhasil diambil adalah data transaksi.
Badan Nasional Keamanan Amerika Serikat mendapatkan data dengan cara menyadap data transaksi melalui jalur virtual private network (VPN). Sedangkan jalur yang digunakan disebutkan milik operator Flexi dari Telkom.
(Kemas Irawan Nurrachman)