Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Komitmen Pemerintah & Swasta Dukung Broadband Nasional

Ahmad Luthfi , Jurnalis-Kamis, 07 Juni 2012 |16:46 WIB
Komitmen Pemerintah & Swasta Dukung <i>Broadband</i> Nasional
(Foto: Dyandra Promosindo)
A
A
A

JAKARTA - Perhelatan Indonesia Internasional Communication Conference & Expo (ICC)  2012 yang dibuka kemarin, mulai dipenuhi dengan agenda-agenda penting pembahasan broadband nasional. Tifatul Sembiring, Menteri Komunikasi dan Informatika pada pembukaan kemarin mengemukakan bahwa Broadband Network Indonesia saat ini, yaitu Proyek Palapa Ring telah mencapai 82 persen dalam menghubungkan 27 propinsi, dengan harapan tahun 2012 bisa tersambung sampai ke Manokwari.

Titon Dutono, Direktur Penataan Sumber Daya Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan, saat ini Kominfo tengah mengembangkan metodologi spektrum proyeksi untuk mendefinisikan kebutuhan spektrum, implementasi spektrum 1800 MHz dan 2100 MHz, serta akan mengusulkan QoS (quality of service) Bit rate, yang merupakan tarif layanan berdasarkan kategori di daerah layanan berbeda, dan mengusulkan kebijakan atau regulasi pembagian spektrum.

Syukri Batubara, Ketua Umum BRTI mengatakan bahwa berdasarkan data dari Pyramid Research Group tahun 2008, ada lebih dari 1 miliar pendaftaran broadband secara global. Pada September 2009, lebih dari 465 juta pendaftaran wireline broadband dan lebih dari 575 juta wireless high-speed data.

Tahun 2013 diperkirakan pendaftaran broadband baik yang wireline maupun wireless bisa mencapai 3 miliar. Berdasarkan data TeleGeography GlobalComms, pendaftaran broadband tertinggi berada di kawasan Asia Timur dan Asia Pasifik (381,4 juta), disusul dengan Eropa (294,1 juta), dan Amerika Utara (210,9). Kawasan Asia Selatan, termasuk Indonesia masih berada di angka 9,1 juta.

Dalam hal penetrasi pasar, Marcelus Ardiwinata, Deputy Director First Media juga mengungkapkan bahwa perkembangan pengguna Internet Indonesia meningkat pesat, khususnya mobile Internet. Berdasarkan data AC Nielsen, untuk penggunaan mobile internet di kawasan Asia Tenggara, Indonesia merupakan pengguna tertinggi (48%), disusul oleh Thailand (36%) dan Singapura (35%).

Menariknya lagi, secara demografis pengguna Internet khususnya mobile semakin banyak dari kalangan anak muda, yaitu dari umur 15-19 tahun disusul oleh umur 20-29 tahun. Yang perlu menjadi perhatian, untuk umur 10-14 tahun juga mulai mengalami peningkatan yang signifikan.

Sarwoto Atmosutarno, Ketua ATSI mengatakan pembangunan infrastruktur broadband memainkan peran kunci dalam memperkuat konektivitas nasional untuk mendukung percepatan pembangunan ekonomi nasional mencapai PDB/Kapita USD 14.900 pada tahun 2025.

“Pasar seluler dewasa beralih ke broadband, dimana lebih dari 20 persen dari pendapatan diproyeksikan berasal dari bisnis gaya hidup digital (broadband based). Oleh karena itu, perlu keberanian para operator untuk menyeimbangkan kebutuhan dan investasi, serta kebijakan yang mendukung dari pemerintah untuk mendukung pencapaian program broadband nasional ini,” kata Sarwoto.

(Fetra Hariandja)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement