Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Adu Canggih di Ranah Pemindai (2)

Trust , Jurnalis-Jum'at, 29 Februari 2008 |14:57 WIB
Adu Canggih di Ranah Pemindai (2)
A
A
A

Setiap produk pintar itu kini sudah bisa didapat di pasar. Harga setiap unitnya dibanderol US$ 2.700 (ScantFront 220) dan US$ 2.900 (220P). Buat konsumen kebanyakan, memang cukup mahal. Oleh sebab itu, Datascrip cenderung membidik pelanggan korporat. Salah satu peluangnya untuk itu, †Kami selalu mengikuti tender yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah,� ujar Aviantri.

Selain lembaga pelat merah, yang cenderung cocok menggunakan alat ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang keuangan (seperti bank) serta lembaga pendidikan. Bahkan di beberapa sekolah, scanner tipe ini tak hanya digunakan untuk mendata para siswa, menariknya pula, bisa dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memeriksa kertas jawaban hasil ujian atau ulangan.

Berkat strategi seperti itu, bisa dibilang, Canon berhasil mendongkrak penjualan hingga menjadi pemimpin pasar. Khususnya untuk scanner tipe high speed, Canon menguasai lebih dari 50% pangsa pasar. Skala penjualannya selama tahun lalu mencapai sekitar 800 unit, naik sekitar 25% ketimbang tahun sebelumnya.

Tren yang menggembirakan itu, tampaknya berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan pasar akan jenis produk ini. Fenomena ini, sudah barang tentu tak akan disia-siakan oleh kalangan produsen. Mereka pun berlomba-lomba menawarkan produk andalannya. Nyatanya, menurut catatan Effendi Kartadinata, Supervisor Marketing dan Communication PT Fujitsu Indonesia (perusahan yang memasarkan produk Fujitsu), selama 2007 ada sekitar 1.320 produk scanner dari berbagai tipe dan merek yang membanjiri pasar di negeri ini. †Dalam tahun ini diperkirakan akan ada kenaikan minimal 10%,� ujarnya.

Sejak berkiprah di Indonesia selama 13 tahun, sampai saat ini Fujitsu Indonesia telah memasarkan 18 tipe scanner. Harga yang ditawarkannya pun cukup kompetitif, mulai dari US$ 260 sampai US$ 27 ribu per unit. Kebanyakan peminatnya dari kalangan korporat, terutama perusahaan asal Jepang yang berkantor di Indonesia. Selain itu, ada sejumlah kantor pemerintah, perbankan, serta perusahaan yang bergerak di bidang hukum dan kesehatan.

Sulit dimungkiri bahwa kebanyakan pengguna produk scanner di negeri ini lebih didominasi oleh kalangan korporat. Meski begitu, menurut Mulia Dewi Karnadi, Marketing Director Hewlett Packard Indonesia, bukan berarti konsumen kelas rumahan tidak memerlukan produk ini. Untuk itu, sekitar 30% produk scanner Hewlett Packard dipasarkan untuk kebutuhan pelanggan retail atau home user.

Produk yang ditujukan untuk kalangan perusahaan lazimnya lebih mengandalkan kecanggihan teknologi. Sedangkan buat home user, menurut Dewi, lebih pada kemampuannya yang multifungsi. Maksudnya, selain berfungsi sebagai scanner, juga bisa digunakan sebagai printer.

Tak kalah oleh para kompetitornya, belum lama ini, Hewlett Packard Indonesia juga meluncurkan model terbarunya. Di antaranya adalah Scan Jet hp 8000 series. Keunggulannya mampu menghilangkan scratch (goresan) pada gambar yang hendak dipindai. †Lewat alat ini, foto lama yang sudah usang bisa (dibuat) jadi bagus,� kata Dewi. Ada tiga seri Scan Jet hp yang ditawarkan, yaitu seri 4000, 5000, dan 8000, yang setiap unitnya dibanderol US$ 99 hingga US$ 2.999.

Melihat kecenderungan para produsen yang begitu menggebu, sulit dielakkan, persaingan di sektor ini akan bertambah ketat. Seiring dengan itu, kata Dewi, selera pasar pun terus berkembang. Kelak, permintaan pasar tak hanya sebatas alat yang hanya bisa memindai data dalam bentuk lembaran kertas. Juga foto dan film, bahkan dalam format (ukuran) yang lebih besar. Tapi di sisi lain, pasarnya juga cenderung lebih meminati model yang lebih ringkas. †Produk seperti itulah yang akan mendominasi pasar di masa datang,� ujar Dewi. Begitukah?

(Sarie )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement