Tingkatkan Kewaspadaan, Ini Dia 4 Kunci Pengemudi untuk Mencapai Zero Accident di Jalan Tol

Agustina Wulandari , Jurnalis
Rabu 26 November 2025 17:16 WIB
Petugas Dinas Perhubungan dan Petugas Patroli Jalan Raya Ruas Tol Cipali mengarahkan Pengemudi Truk menuju alat Weight in Motion (WIM). (Foto: dok Astra Tol Cipali)
Share :

SUBANG - Keselamatan di jalan tol adalah aspek yang tidak dapat ditawar. Jalur ini dirancang untuk pergerakan kendaraan berkecepatan tinggi sehingga membawa potensi risiko kecelakaan yang lebih besar jika tidak dikelola dengan sangat baik.

Keselamatan perjalanan dapat tercapai melalui sinergi antara tiga pilar utama dalam pengalaman mengemudi: kedisiplinan pengemudi, kesiapan kondisi kendaraan, dan kesiapan infrastruktur jalan. Pentingnya perilaku mengemudi sebagai faktor keselamatan utama di jalan tol juga ditekankan oleh pakar Sony Susmana.

Menurutnya, keselamatan optimal dapat dicapai melalui tiga kunci: pengendalian emosi untuk mempertahankan fokus; penetapan dan pemeliharaan jarak aman antar kendaraan; dan penyesuaian kecepatan agar selaras dengan kondisi arus lalu lintas demi menjamin kelancaran.

Sony menegaskan bahwa salah satu faktor keselamatan terpenting adalah perilaku mengemudi. Banyak insiden fatal di jalan tol bermula dari kesalahan manusia yang sepele namun berakibat fatal.

Terdapat setidaknya empat hal yang perlu pengemudi waspadai:

1. Kelelahan dan 'Microsleep'

Kelelahan yang diabaikan dapat memicu microsleep, episode tidur singkat yang membuat mobil bergerak puluhan meter tanpa kendali pada kecepatan tinggi.

2. Distraksi atau Kehilangan Fokus

Umumnya, pengemudi melibatkan diri dalam aktivitas lain, terutama menggunakan ponsel sehingga menghilangkan fokus total dari jalan. Pada kecepatan tinggi, setiap detik yang dihabiskan untuk melihat layar sama dengan mengemudi secara ‘buta’.

3. Berkendara dengan Agresif dan Pelanggaran Etika

Sikap tidak sabar yang memicu tailgating (menguntit) atau penyalahgunaan lajur kanan secara konsisten dapat memancing emosi pengemudi lain dan menghilangkan jarak aman berkendara.

Kunci keselamatan di sini adalah mengontrol emosi, menjaga jarak aman, dan mengatur kecepatan selaras dengan arus lalu lintas.

4. Panik dan Reaksi Berlebihan

Kesalahan reaksi seperti membanting setir atau menginjak rem mendadak saat menghadapi situasi darurat dapat memperburuk keadaan dan memicu mobil selip atau terguling. Praktik respons yang tenang adalah hal yang vital.

Fasilitas Guardrail di KM 134 Astra Tol Cipali. (Foto: dok Astra Tol Cipali)

Di sisi lain, pengelola jalan tol memiliki peran strategis dalam mendukung keselamatan. Salah satu pengelola jalan tol, Astra Infra Toll Road Cikopo - Palimanan (Astra Tol Cipali) memiliki upaya berkelanjutan yang dapat dikategorikan dalam inisiatif 3E untuk memastikan perjalanan yang lebih aman dan nyaman: Edukasi, Engineering, dan Enforcement.

1. Edukasi (Education)

Astra Tol Cipali berkomitmen meningkatkan kesadaran pengguna jalan melalui kampanye sinergis bersama dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat. Edukasi ini mencakup pentingnya menjaga kecepatan, penggunaan sabuk pengaman, hingga tata cara menghadapi kondisi darurat.

Upaya ini juga mencakup penyediaan fasilitas istirahat yang memadai di rest area untuk memerangi microsleep. Selain itu, inisiatif unik seperti pembagian Buku Saku Cipali (BUSALI) dan Alat Pemantul Cahaya Tambahan (APCT) untuk kendaraan truk guna menekan risiko tabrak belakang di malam hari.

2. Engineering (Rekayasa dan Fasilitas)

Komitmen keselamatan Tol Cipali diterjemahkan melalui penyediaan fasilitas dan infrastruktur sesuai Standar Pelayanan Minimum (SPM). Dari sisi rekayasa jalan, ruas ini dilengkapi fasilitas keselamatan seperti rumble strip, guardrail, dan wire rope.

Upaya engineering juga mencakup program perawatan rutin (seperti overlay dan penggunaan blacktop), penanganan titik rawan kecelakaan (black spot treatment), serta peningkatan kapasitas dengan penambahan lajur ketiga. Semua ini bertujuan untuk memastikan rambu, marka, dan infrastruktur keselamatan lainnya selalu dalam kondisi prima.

3. Enforcement (Penegakan Hukum)

Penegakan hukum dilakukan melalui sinergi berkelanjutan dengan kepolisian, termasuk penindakan terhadap kendaraan Over Dimension Overloading (ODOL) yang membahayakan struktur jalan dan pengguna lainnya.

Kehadiran petugas di lapangan memegang peran penting dalam menjamin keamanan dan keselamatan, serta memastikan aturan dipatuhi.

Novianto Dwi Wibowo, Direktur Operasional Astra Tol Cipali, mengatakan, "Keselamatan adalah prioritas utama kami."

"Astra Tol Cipali terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak terkait untuk mengoptimalkan edukasi pengguna jalan dan memastikan seluruh infrastruktur keselamatan dari rambu, marka, hingga fasilitas pendukung terpasang sesuai dengan standar. Ini adalah upaya berkelanjutan kami dalam menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman,” tuturnya.

Dengan meng-edukasi pengguna jalan, memastikan fasilitas jalan prima melalui engineering, serta didukung oleh enforcement yang konsisten, Astra Tol Cipali berupaya menciptakan budaya aman berkendara yang berkelanjutan.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya