JAKARTA - Analis meragukan Apple dapat memproduksi massal mobil ciptaannya dalam beberapa tahun mendatang. Analis meragukan hal ini jika Apple tidak mengadopsi strategi akuisisi untuk memasuki pasar otomotif.
Melansir gadget360, Kamis (18/1/2024), menurut analis Apple terkemuka Ming-Chi Kuo, rencana mobil Apple telah “kehilangan semua visibilitas.” Ia menilai perusahaan teknologi yang berbasis di Cupertino, California harus mencari strategi alternatif untuk membuat kemajuan dalam industri otomotif yang sangat kompetitif.
Dalam postingan di X, ia meragukan proyek Titan, kendaraan listrik self-driving.
“Perkembangan Apple Car tampaknya telah kehilangan visibilitas saat ini,” tulis Kuo dalam postingannya.
“Jika Apple tidak mengadopsi strategi akuisisi untuk memasuki pasar otomotif, saya ragu Apple Car dapat diproduksi massal dalam beberapa tahun mendatang.”
Postingan Kuo itu tampaknya menunjukkan Apple harus mencari mitra dengan keahlian di industri otomotif untuk berkolaborasi dan membantu mewujudkan proyek mobilnya ke pasar.
Apple belum berkomentar atau mengonfirmasi resmi rencananya menghadirkan mobil listrik kepada konsumen. Namun, mobil Apple sudah menjadi rahasia umum di industri teknologi dan otomotif
Kuo tidak merinci klaimnya dalam postingannya di X (sebelumnya Twitter). Namun komentarnya sejalan dengan perkembangan di Project Titan.
Pada Desember tahun lalu, Bloomberg melaporkan Apple telah menunda peluncuran mobil listriknya hingga tahun 2026, sehingga meleset dari target yang diharapkan pada tahun 2025.