Tesla Tarik 1,6 Juta Mobil Listrik di China, Apa Ada?

Muhammad Fadli Rizal, Jurnalis
Selasa 09 Januari 2024 22:38 WIB
Tesla recall 1,6 juta mobil listrik di China, ada apa? (theguardian/AP)
Share :

JAKARTA – Perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla, me-recall atau penarikan kembali 1,62 juta unit mobil di China. Model mobil yang terdampak adalah S, X, 3, dan Y, yang merupakan andalan pabrikan tersebut

Melansir TheGuardian, Selasa (9/1/2024), penarikan kembali itu akibat masalah pada perangkat lunak kemudi otomatis dan sistem penguncian pintu. Kasus serupa pernah terjadi di AS pada Desember 2023.

China State Administration untuk regulasi pasar mengumumkan penarikan tersebut pada, Jumat (5/1/2024). Badan tersebut mengatakan, Tesla di Beijing dan Shanghai akan menggunakan peningkatan jarak jauh untuk memperbaiki masalah tersebut. Dengan begitu, pemilik mobil tidak perlu mengunjungi pusat layanan Tesla.

Langkah tersebut dikategorikan sebagai recall dalam regulasi di China. Hal ini mengingat terdapat masalah pada sebuah produk yang mengharuskan produsen memperbaikinya. Hal ini memaksa Tesla merilis pembaruan software over-the-air untuk 1,62 juta unit.

Keputusan recall disebabkan fungsi kemudi otomatis ketika diaktifkan, pengemudi mungkin menyalahgunakan fungsi mengemudi gabungan, sehingga dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Sementara penarikan kembali untuk memperbaiki sistem penguncian pintu untuk model S dan X yang diimpor, mempengaruhi 7.538 unit yang dilakukan antara 26 Oktober 2022 dan 16 November 2023. Hal ini diperlukan untuk mencegah kait pintu terbuka saat terjadi tabrakan.

Recall ini dilakukan setelah investigasi selama 2 tahun yang dilakukan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) AS. Itu dilakukan terhadap serangkaian kecelakaan, yang beberapa di antaranya mematikan, akibat kemudi otomatis sebagian sedang digunakan.

Dari hasil investigasi NHTSA, ditemukan sistemnya rusak ketika digunakan sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Karena itu, diperlukan pembaruan sistem agar bisa kembali berfungsi normal tanpa adanya gangguan.

Peningkatan tersebut juga dimaksudkan agar pengemudi yang menggunakan sistem Autopilot lebih memperhatikan jalan. Dokumen yang diajukan Tesla kepada pemerintah AS mengatakan perubahan perangkat lunak akan meningkatkan peringatan dan imbauan kepada pengemudi untuk tetap memegang kemudi.

Namun, penelitian yang dilakukan oleh NHTSA, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, dan peneliti lainnya, menunjukkan bahwa hanya mengukur torsi pada kemudi tidak menjamin pengemudi memberikan perhatian yang cukup.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya