Masuk ke bagian dalam, terlihat desain dashboard yang sangat elegan dengan mengusung konsep double kokpit. Terdapat layar besar pada penumpang depan yang memberikan informasi seputar kendaraan seperti infotaintment, kecepatan kendaraan, dan sebagainya.
Jok Ferrari Purosangue dibalut dengan Alcantara yang diformulasikan ulang, juga berasal dari poliester daur ulang. Untuk versi bahan ini, Alcantara telah memperoleh sertifikasi Standar Klaim Daur Ulang (RCS) dari Istituto per la Certificazione Etica ed Ambientale (ICEA).
Sasis Purosangue benar-benar baru dan telah dirancang sedemikian dari awal dengan tujuan menghasilkan struktur kekakuan tanpa kompromi. Struktur sasis bagian bawah seluruhnya terbuat dari paduan aluminium berkekuatan tinggi.
Bersama dengan elemen struktural bodi bagian atas, sasis ini membentuk sasis konstruksi rangka ruang (space frame). Cangkang bodi mobil terbuat dari bahan yang berasal dari aluminium hingga serat karbon, dengan penggunaan baja berkekuatan tinggi di bagian-bagian penting.
Menariknya, Purosangue dibekali dengan mesin V12 naturally-aspirated berkapasitas 6.496 cc. Transmisinya menggunakan F1 Transmisi Kopling Ganda (DCT) 8-percepatan.
Kombinasi tersebut dapat menghasilkan tenaga 715 hp pada 7.750 rpm dan torsi puncak 716 Nm pada 6.250 rpm. Crossover ini mampu melaju dengan kecepatan tertinggi hingga 310 km/jam, dengan 0-100 hanya butuh 3,3 detik.
Untuk urusan keamanan, Ferrari Purosangue dibekali dengan sejumlah fitur pengendaraan pendukung seperti mode berkendara, sistem suspensi aktif, dan teknologi ADAS. Beberapa fitur ADAS yang bisa dinikmati oleh pengendara Purosangue di antaranya Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, hingga sistem pengereman otomatis.
Harga Ferrari Purosangue di Indonesia masih rahasia. Secara global, mobil ini dipasarkan sekitar 460 dolar AS atau setara 6,3 miliaran. Di Tanah Air, harga mobil ini bisa dua kali lipat lebih mahal.
(Imantoko Kurniadi)