JAKARTA – Mobil matik banyak diminati masyarakat, khususnya di ibu kota yang lalu lintasnya padat. Mengendarai mobil matik memang lebih praktis digunakan dan mengurangi kelelahan.
Keunggulan mobil matik lainnya adalah memberikan kenyamanan ekstra dan kemudahan dalam berkendara, terutama untuk yang tidak terbiasa menggunakan mobil manual.
Dengan mobil matik, pengendara tidak perlu khawatir dengan perubahan yang rumit karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh gearbox.
Namun, transmisi matik memerlukan perawatan yang lebih ekstra. Maka dari itu, salah satu cara merawatnya adalah dengan berkendara dengan benar.
Dikutip dari Auto2000, berikut beberapa kesalahan saat mengendarai mobil matik yang perlu dihindari.
1. Sering melakukan kick down
Melakukan kick down berulang kali tidak disarankan saat menggunakan mobil bertransmisi otomatis. Kick down adalah menekan pedal akselerator dalam-dalam untuk mengurangi penurunan gigi otomatis dan mempercepat akselerasi.
Kebiasaan kick down mengakibatkan konsumsi bahan bakar mobil lebih boros. Selain itu, kebiasaan ini juga dapat merusak komponen transmisi.
2. Posisi netral saat turunan
Memposisikan gigi netral saat melewati jalanan menurun dapat menyebabkan keausan, sebab posisi netral akan mengurasi pasokan oli ke mesin. Sehingga, mobil tidak mendapat pelumasan yang baik.
3. Rem menggunakan kaki kiri
Menekan pedal rem dengan kaki kiri dianggap salah dan tidak disarankan. Cara yang benar untuk melakukannya adalah menekan pedal gas dan rem dengan kaki kanan.
Menekan pedal rem dengan kaki kiri dapat mengganggu respons yang tepat dalam keadaan darurat atau saat kendaraan harus berhenti secara mendadak.
4. Memindahkan posisi gigi P sebelum mobil berhenti
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memindahkan tuas transmisi dari posisi drive (D) ke posisi parkir (P) atau sebaliknya saat mobil masih bergerak. Hal ini dapat menyebabkan tekanan yang berlebihan pada transmisi.
5. Tidak memperhatikan volume oli
Level oli pada transmisi harus tetap dalam kisaran yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan. Level oli yang rendah dapat menyebabkan keausan berlebihan pada komponen transmisi dan memengaruhi efisiensi dan efektivitas transmisi.
Di sisi lain, jika level oli terlalu tinggi dapat menyebabkan tekanan berlebih di gearbox dan kebocoran.
(Citra Dara Vresti Trisna)