JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus berusaha untuk meningkatkan penggunaan kendaraan listrik. Sejumlah kebijakan telah dikeluarkan, hingga ada wacana pemberian insentif yang diprediksi dapat meningkatkan penjualan mobil listrik tahun 2023.
Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pengiriman unit dari pabrik ke dealer untuk mobil listrik tercatat 7.923 unit sepanjang Januari-November 2022.
Ketua Umum Bidang Humas Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Ahmad Rofiqi yang juga menjabat sebagai Marketing Head DFSK Indonesia mengungkapkan pasar mobil listrik di Indonesia tahun 2023 diprediksi meningkat.
“Kalau kita lihat saat ini, teman-teman produsen mobil juga sudah mempersiapkan model baru kendaraan listrinya untuk tahun depan,” kata Rofiqi saat dihubungi MNC Portal, Jumat (30/12/2023).
Penjualan mobil listrik pada 2021 hanya mencapai 700 unit mobil, dan meningkat pesat pada tahun ini ketika Hyundai Ioniq 5 diluncurkan. Jumlah tersebut bertambah dengan hadirnya Wuling Air ev yang dujual dengan harga cukup murah.
Periklindo meyakini pada 2023, penjualan mobil listrik bisa menembus angka di atas 10 ribu unit. Penilaian tersebut berdasarkan pada produsen juga sedang mempersiapkan mobil listrik dengan harga terjangkau yang diminati masyarakat.
“Kami (DFSK) juga berencana untuk merakit kendaraan di Indonesia untuk mencapai harga yang diinginkan. Kami juga akan meluncurkan mini EV pada tahun depan. Jadi, mudah-mudahan penjualan bisa meningkat pada 2023,” ujar Rofiqi.
Mengenai rencana insentif yang akan diberikan oleh pemerintah berupa subsidi pembelian kendaraan listrik, Rofiqi mengaku para produsen menyambut baik hal tersebut. Ini juga membuat para produsen meningkatkan produksi mereka di Indonesia.